
Cutter atau dalam bahasa indonesia pada biasanya kita sebut kater yang berarti benda tajam yang digunakan untuk menajamkan pensil, memotong kertas atau benda lainnya yang perlu untuk di potong karena memang kater adalah benda yang tajam. akan tetapi kegunaan kater bisa berubah fungsi tergantung si pemakainya, jika si pemakai itu adalah seorang pekerja kantoran kater bisa digunakan untuk memotong hal-hal yang berhubungan dengan benda-benda kantoran, jika si pemakai itu adalah pedagang maka kater bisa digunakan untuk memotong benda-benda yang berhubungan dengan hal hal yang akan di perdagangkan dan jika si pemakai itu adalah pedagang kater maka kater digunakan sebagai barang dagangan dalam arti kata lain dia adalah si penjual kater dan kater itu bisa berguna, namun jika si pemakai kater tersebut adalah preman maka kater akan berubah menjadi benda yang mengerikan yang siap memakan korban dan si korban itu adalah manusia. dan disinilah kita membaca kisahnya, alkisah pada saat malam hari saya hendak berangkat menuju kantor untuk menyelesaikan pekerjaan, maka pada saat malam sesudah tarawehan saya bertolak menuju kantor, di tengah perjalan tiba-tiba sense saya datang seperti spiderman yang reflek jika akan kedatangan penjahat, ditengah perjalan ada seorang pengemudi ugal-ugalan yang hampir menabrak ibu-ibu. saya tau wajah orang tersebut namun saya tidak mengenalnya. akan tetapi saya tidak bereaksi apa-apa karena saya berlawanan arah dengannya. lalu saya pun melanjutkan perjalanan. akan tetapi setelah 2 km di perjalanan sense saya tiba-tiba datang lagi motor saya disalip oleh orang tadi dan saya kaget setengah mati dan motor saya pun oleng dibuatnya. kuperhatikan motor dia layaknya sebuah pembalap yang membabi buta seperti kesetanan, bahkan mobil angkot yang berlawanan arah dengannya akan ditabrak. “manusia macam apa dia?” pikirku saat itu. hingga tak kusadari jiwa penegak hukum saya lalu keluar dan mengejar dirinya. dia adalah seorang gangster, atau pemabuk! Pikirku lagi. kutancap gas dan sekitar beberapa meter di depan ku berhasil menghentikan dia. tanpa basi basi kusuruh turun lalu ku tanya dia. astaga! tercium bau alkohol dari mulutnya! dia mabuk setengah mati dan ngomongnya gak karuan. setelah itu kutelepon rekan kerja agar dia datang sekaligus memanggil piket SPK*. memang nasib tak dapat dihindari malang tak dapat ditolak, malam itu sebuah kater yang di pegang oleh dia menghujam di pipiku. kutak sadar bahwa itu kater dan saya hanya bisa membela diri dengan tangan kosong. kejar mengejar tak bisa dihindari setelah dia menolak bertarung dengan tangan kosong. namun kali ini keberuntungan itu datang setelah dia berhasil ku lumpuhkan, dan bantuan pun datang seteah beberapa menit. namun ada bagian yang hilang dari kejadian ini, yaitu kater. beberapa saat sebelum di aberhasil kulumpuhkan, kater itu di buang entah kemana. kater yang bisa dijadikan barang bukti itu hilang, kater yang membuat lukisan natural nan abstrak di wajahku itu hilang ditelan kegelapan malam. entah bagaimana nasib kater tersebut. Hingga detik ini kater tersebut menjadi legenda yang tidak pernah terlupakan sepanjang hidup saya.
* Piket SPK = Sarana Pelayanan Kepolisian
* Piket SPK = Sarana Pelayanan Kepolisian

Tidak ada komentar:
Posting Komentar