tadi pagi sewaktu saya hendak menuju kantor, sepintas dijalan saya melihat seorang yg tidak asing yg sering saya lihat di jalan, beliau adalah bapak-bapak yang sedang berjalan sambil mendorong barang dagangannya, bapak itu adalah seorang penjual bajigur, namun seketika itu juga saya berpikir, pasti bapak itu punya keluarga dan pasti bapak itu punya tuntutan untuk menafkahi keluarga itu, pertanyaan saya adalah apakah cukup bapak itu menafkahi keluarganya dari hasil penjualan bajigur yang saya tau keuntungannya tidak seberapa? tapi saya lihat bapak itu tetap survive dan bisa berjualan jika begitu berarti beliau mampu. oh Tuhan sungguh maha adil. namun ada satu hal yg tiba-tiba terpintas di dalam pikiran saya, jika kehidupan saya berbalik, jika Tuhan membalikan keadaan saya sekarang, apakah saya siap? jika saya menjadi penjual bajigur, apakah saya mampu untuk survive? ini mungkin bisa berlaku pada siapapun juga. membayangkan kehidupan kita sendiri ketika keadaan berbalik, sekarang bekerja siapa tahu besok tempat kerja kita dibubarkan, sekarang kita hidup di jaman demokrasi, siapa tau besok negara kita terjadi revolusi lalu kita hidup di masa tirani, sekarang senang lalu besok kita kena musibah dan begitu seterusnya. sehingga hal itu membuat saya sadar bahwa saya tidak akan pernah tahu apa yang akan terjadi di depan saya nanti...
Ulasan Konser – Arctic Monkeys, O2 Arena London, 10 September 2018
7 tahun yang lalu

Tidak ada komentar:
Posting Komentar