20 Juli 2009

imajinasi memilih golput

imajinasi, kali ini sulit untuk dimiliki.
dia mirip "seorang mantan kekasih yang sangat menyebalkan" untuk kali ini.
karena sekarang butuh imajinasi, maka imajinasi berubah menjadi ruang sempit yang berisi ribuan kekosongan. "kosong" dalam konsep tuhannya para atheis.
atau mungkin imajinasi itu tidak perlu diperdebatkan seperti dalam konsep tuhannya para agnotis. tapi dia terkadang seperti "seseorang yang sedang kita kejar" untuk kali ini, disaat aku butuh dia maka dia menjauh, disaat acuh maka dia mendekat. namun ketika saat yang tepat itu tiba, aku mendapatkan kekurangan dan itu adalah racun.
imajinasi berubah menjadi racun, melemahkan syaraf mental dan melawan dogma.
imajinasi berubah menjadi teman, dia adalah balahan jiwa disaat ruang hati kesepian.
disaat dia menghilang dan jalan ini menjadi sebuah persimpangan, maka saya merubah jati diri saya. hilanglah keaslian ini dan orang-orang mulai memberi saya label "plagiat"
ohh plagiat, jadi inget temen yang mukanya mirip temen saya juga..mungkin orang tua mereka kehilangan imajinasi dan mencuri tampang orang lain, what the hell?
cuma pertanyaannya : bagaimana roh imajinasi ini bisa datang dan terus meracuni pikiran saya dengan ide-ide brilliant agar saya bisa menulis terus seperti bertrand russell, yang katanya dia selalu menulis 3000 kata setiap hari. atau berikan sedikit aku imajinasi nya franz kafka dan nietszche...terlalu jauh, yang ada hanya kata-kata membosankan dari seorang tizar aziz. sungguh sulitnya menjadi diri sendiri, sungguh sulitnya mendatangkan ribuan imajinasi walaupun sudah menyediakan berbagai sesajen dari mana-mana tetap saja imajinasi itu hanya sebuah pilihan yang belum tentu hasilnya bagus, jadi untuk hari ini imajinasi itu adalah kertas suara yang dicontreng dan di masukan kedalam kotak lalu dihitung siapa yang memperoleh surat terbanyak, dan hasilnya lebih banyak yang golput.

1 komentar:

Anonim mengatakan...

aduuhh nanti klo saya lg hamil, mau imajinasi-in brad-angelina akh xixixi...