11 Agustus 2009

strangers

Found a message in the sand
It read 'just do the best you can'
This world's not how I planned
You're on your own

No one can hear you
They're just talking all the time
There's the world and you're outside
Your home's hard to find

Worn down by strangers
All you need's a friend
You've been worn down by strangers
This is not the end

Guess it's hard to settle down
When love's been spread all around the town
I'm no stranger to this room
My highs just serve to bring me down
I hope to change now
From a sorry state of mind.
I had hoped for heart to heart
My heart's hard to find

Worn down by strangers
All you need's a friend
You've been worn down by strangers
This is not the end

Worn down by strangers
All you need's a friend
You've been worn down by strangers
All you need's a friend
By strangers


This is the end.


*beautiful words by james

08 Agustus 2009

thank you for a stupid conversation about a silly job

ada seorang paruh baya bercakap dengan saya tentang pekerjaan. si orang itu mencari nafkah di suatu institusi negara yang tidak perlu disebutkan namanya dan dia bangga sedangkan saya mengaku sebagai seorang mahasiswa. pas di pertengahan pembicaraan tiba-tiba pembicaraan itu berbelok dari sebuah kebanggaan menjadi sarkasme, oh thats sucks! apalagi setelah dia bilang katanya korps baju coklat adalah institusi paling korup di negeri ini dan paling gampang di suap, ok saya bisa terima itu dan memang bisa di bilang fakta. "but, apakah hanya korps baju coklat saja? bagaimana dengan institusi yang lain? bagaimana dengan pekerjaan yang lain, bagaimana dengan perusahaan BUMN yang lain? bagaimana pak?" dia terdiam dan hendak memotong pembicaraan dengan memulai basa basi busuk yang murahan. lalu saya pun mengeluarkan statement sarkasme yang tidak jauh dengan yang dia inginkan : jadi menurut saya begini yah, di sini (di negeri ini) we just play the ball mengikuti permainan yang berlaku, mana ada institusi yang bener2 bisa murni dia bersih dari kuropsi? coba lihat departemen agama, dari sekian juta manusia indonesia yang ke arab untuk naik haji dari tahun ke tahun yang selalu naik jumlahnya dari tahun ke tahun, hasilnya mana? tetep aja rakyat kita di arab tidur ber-atap-kan tenda coba liat tetangga kita malaysia yang konon di arab sudah buat gedung khusus untuk para haji malaysia. terus coba liat dunia pendidikan di negeri kita yang konyol yang hobinya membuat horror bagi para siswa di hari pas ujian akhir sekolah, departemen pendidikan membuat ujian akhir sekolah bak tirani yang siap-siap mencari tumbal untuk kelulusan, belum lagi privatisasi pendidikan yang membuat pendidikan menjadi ajang bisnis, menjadikan pahlawan tanpa tanda jasa hanya sebuah jargon pada masa kini. masih banyak orang yang belum mampu meneruskan sekolahnya hingga jenjang yang lebih pantas. belum lagi masalah bea siswa yang sangat konyol, bea siswa untuk para orang-orang mampu setelah mereka memakan habis bea siswa itu hingga perut mereka membuncit lalu membelot dan bekerja di negara lain. berbicara tentang pahlawan pendidikan, jadi pahlawan sejati itu hanya ada di daerah-daerah terpencil yang tempat mengajarnya sudah reyod atau mereka yang tidak pernah lelah akan waktu dan materi. and what a stupid system again in this country? buat KTP yang berbelit-belit, makanya gak aneh kalau orang-orang didalamnya juga selalu membelit. belum lagi kasus korup di lembaga-lembaga lain dan sebagainya hingga saya muak membuat list kesalahannya dan tuh kan...saya jadi ngomongin orang lain.
masih mending kerja di tempat institusi yang sering dikritik dan dihina di koran atau mulut-mulut orang sok tau daripada dapet duit dari tempat kerja yang sok suci. jadi intinya mas..gak usah ngomongin masalah sampah kaya gini kalau memang negeri transisi seperti ini belum sepenuhnya reformasi, apalagi reformasi birokrasi di negeri ini masih jalan di tempat.
liat dulu baju kamu kotor tidak? atau jangan-jangan berlumur sampah seperti saya? iya seperti saya..are you happy now?
kita hanya mengikuti permainannya, follow the rule and make a plan. jika sesuai dengan hati nurani maka jalani, jika tidak maka ikuti hati nurani anda, atau mungkin berminat menjadi seorang stauffenberg dengan cara yang lebih diplomatis? why not if doing for the truth.

05 Agustus 2009

preman oh preman

hak asasi sangat perlu diterapkan pada negara-negara beradab, negara yang katanya memiliki aturan hukum yang sangat adil dan itu harus diterapkan, begitu juga aturan-aturan hukum yang mengatur tentang hak asasi itu sendiri agar tidak ada aparat negara yang bertindak sewenang-wenang. namun terkadang keadaan di lapangan tidak "sejalan" dengan aturan tersebut, biasalah namanya juga aturan, bahkan ada orang yang bilang bahwa aturan diciptakan untuk dilanggar, oke bolehlah...saya setuju dgn hal itu, bagaimana jika saya melanggar aturan tentang hak asasi manusia..tapi, ini untuk para preman.
preman menurut wikipedia yaitu Premanisme (berasal dari kata bahasa Belanda vrijman = orang bebas, merdeka dan isme = aliran) adalah sebutan pejoratif yang sering digunakan untuk merujuk kepada kegiatan sekelompok orang yang mendapatkan penghasilannya terutama dari pemerasan kelompok masyarakat lain.
ini menurut wikipedia lagi :

Fenomena preman di Indonesia mulai berkembang pada saat ekonomi semakin sulit dan angka pengangguran semakin tinggi. Akibatnya kelompok masyarakat usia kerja mulai mencari cara untuk mendapatkan penghasilan, biasanya melalui pemerasan dalam bentuk penyediaan jasa yang sebenarnya tidak dibutuhkan.

Contoh:

  • Preman di terminal bus yang memungut pungutan liar dari supir-supir, yang bila ditolak akan berpengaruh terhadap keselamatan supir dan kendaraannya yang melewati terminal.
  • Preman di pasar yang memungut pungutan liar dari lapak-lapak kakilima, yang bila ditolak akan berpengaruh terhadap dirusaknya lapak yang bersangkutan.

Sering terjadi perkelahian antar preman karena memperebutkan wilayah garapan yang beberapa di antaranya menyebabkan jatuhnya korban jiwa.

ada yang lebih gila lagi :

Preman di Indonesia makin lama makin sukar diberantas karena ekonomi yang semakin memburuk dan kolusi antar preman dan petugas keamanan setempat dengan mekanisme berbagi setoran.

petugas keamanan atau aparat keamanan berkoalisi dengan preman ini adalah hal yang paling menyebalkan. sebab saya sendiri sering clash dengan para preman, padahal iam a police for a god sake! (lain sombong) tapi saya gak habis pikir kalau saya clash dgn preman "kukutan" polisi berarti sama saja saya clash dengan pokis lagi dong?? tapi kalau saya sudah terpaksa berhadapan dengan mereka (jika saya sedang sendiri) saya lebih banyak adu bacot karena kejadian ini berlangsung di kandang mereka dan bukannya saya pengecut karena memanggil teman2 saya yang se-profesi juga tapi karena saya berusaha mencari aman, setelah itu ya gimana nanti, mau pake kekerasan juga no problem karena saya nggak sendiri. hanya dilema itu masih terus ada disaat saya sebagai aparat harus berhadapan dengan mereka yang tidak pernah mengenal hak asasi dan selalu menindas masyarakat. namun itu semua balik lagi ke pemerintah, jika kehidupan sosial masih terus seperti ini mungkin para preman ini bakalan terus eksis dan bertahan, tapi jika kehidupan sosial terus makin merosot, kemiskinan dimana-mana, kebodohan merajalela maka siap-siap "profesi preman" menjadi semakin ngetop dan bahkan anak kecil pun mulai ingin bercita-cita menjadi preman, jadi kalau preman mulai banyak dan bertebaran siapa yang harus di salahkan? mana ada negara beradab yang diisi oleh preman dan pemimpin bermental preman.