ada seorang paruh baya bercakap dengan saya tentang pekerjaan. si orang itu mencari nafkah di suatu institusi negara yang tidak perlu disebutkan namanya dan dia bangga sedangkan saya mengaku sebagai seorang mahasiswa. pas di pertengahan pembicaraan tiba-tiba pembicaraan itu berbelok dari sebuah kebanggaan menjadi sarkasme, oh thats sucks! apalagi setelah dia bilang katanya korps baju coklat adalah institusi paling korup di negeri ini dan paling gampang di suap, ok saya bisa terima itu dan memang bisa di bilang fakta. "but, apakah hanya korps baju coklat saja? bagaimana dengan institusi yang lain? bagaimana dengan pekerjaan yang lain, bagaimana dengan perusahaan BUMN yang lain? bagaimana pak?" dia terdiam dan hendak memotong pembicaraan dengan memulai basa basi busuk yang murahan. lalu saya pun mengeluarkan statement sarkasme yang tidak jauh dengan yang dia inginkan : jadi menurut saya begini yah, di sini (di negeri ini) we just play the ball mengikuti permainan yang berlaku, mana ada institusi yang bener2 bisa murni dia bersih dari kuropsi? coba lihat departemen agama, dari sekian juta manusia indonesia yang ke arab untuk naik haji dari tahun ke tahun yang selalu naik jumlahnya dari tahun ke tahun, hasilnya mana? tetep aja rakyat kita di arab tidur ber-atap-kan tenda coba liat tetangga kita malaysia yang konon di arab sudah buat gedung khusus untuk para haji malaysia. terus coba liat dunia pendidikan di negeri kita yang konyol yang hobinya membuat horror bagi para siswa di hari pas ujian akhir sekolah, departemen pendidikan membuat ujian akhir sekolah bak tirani yang siap-siap mencari tumbal untuk kelulusan, belum lagi privatisasi pendidikan yang membuat pendidikan menjadi ajang bisnis, menjadikan pahlawan tanpa tanda jasa hanya sebuah jargon pada masa kini. masih banyak orang yang belum mampu meneruskan sekolahnya hingga jenjang yang lebih pantas. belum lagi masalah bea siswa yang sangat konyol, bea siswa untuk para orang-orang mampu setelah mereka memakan habis bea siswa itu hingga perut mereka membuncit lalu membelot dan bekerja di negara lain. berbicara tentang pahlawan pendidikan, jadi pahlawan sejati itu hanya ada di daerah-daerah terpencil yang tempat mengajarnya sudah reyod atau mereka yang tidak pernah lelah akan waktu dan materi. and what a stupid system again in this country? buat KTP yang berbelit-belit, makanya gak aneh kalau orang-orang didalamnya juga selalu membelit. belum lagi kasus korup di lembaga-lembaga lain dan sebagainya hingga saya muak membuat list kesalahannya dan tuh kan...saya jadi ngomongin orang lain.
masih mending kerja di tempat institusi yang sering dikritik dan dihina di koran atau mulut-mulut orang sok tau daripada dapet duit dari tempat kerja yang sok suci. jadi intinya mas..gak usah ngomongin masalah sampah kaya gini kalau memang negeri transisi seperti ini belum sepenuhnya reformasi, apalagi reformasi birokrasi di negeri ini masih jalan di tempat.
liat dulu baju kamu kotor tidak? atau jangan-jangan berlumur sampah seperti saya? iya seperti saya..are you happy now?
kita hanya mengikuti permainannya, follow the rule and make a plan. jika sesuai dengan hati nurani maka jalani, jika tidak maka ikuti hati nurani anda, atau mungkin berminat menjadi seorang stauffenberg dengan cara yang lebih diplomatis? why not if doing for the truth.
masih mending kerja di tempat institusi yang sering dikritik dan dihina di koran atau mulut-mulut orang sok tau daripada dapet duit dari tempat kerja yang sok suci. jadi intinya mas..gak usah ngomongin masalah sampah kaya gini kalau memang negeri transisi seperti ini belum sepenuhnya reformasi, apalagi reformasi birokrasi di negeri ini masih jalan di tempat.
liat dulu baju kamu kotor tidak? atau jangan-jangan berlumur sampah seperti saya? iya seperti saya..are you happy now?
kita hanya mengikuti permainannya, follow the rule and make a plan. jika sesuai dengan hati nurani maka jalani, jika tidak maka ikuti hati nurani anda, atau mungkin berminat menjadi seorang stauffenberg dengan cara yang lebih diplomatis? why not if doing for the truth.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar