15 Desember 2009

berinspirasi dalam kebencian

waktu ketika mengantarkan saya pada suatu keadaan yang berubah serta menuntun kepada pola hidup yang baru otomatis mengantarkan saya pada cara yang baru pula ditambah kesibukan-kesibukan yang malah saya sendiri tidak begitu peduli. semenjak masa transisi ditambah masa-masa suram, masa-masa disaat saya merasa di hujani kebencian dan penghakiman massal disaat ini juga saya merasa masa menanti kebahagiaan yang sedang menanti hitungan mundurnya. segala pikiran dan persiapan untuk hal itu terus terpikirkan belum lagi ruang di kepala ini yang habis temnpatnya oleh rutinitas pekerjaan yang baru dan akhirnya saya merasa kehilangan. kesibukan membuat saya malas berteman dengan imajinasi. dan rasa malas membuat saya membisu seribu bahasa dan intinya sekarang saya berteman dengan rasa malas bahkan membaca pun jadi jarang. akan tetapi keadaan menuntun saya pada media yang mengajarkan saya bagaimana untuk membenci. lupakan cerita indah mu tentang kedamaian, lupakan imajinasi yang bisa membawa mu pada kedamaian menulis, lupakan hitungan mundurmu tentang menanti kebahagian, sekarang waktunya transisi. bagaimana mengajarkan kepicikan ini agar bisa berinspirasi dan menulis dalam kebencian dan masuk dalam kerumunan manusia-manusia berwajah damai dengan isi kepala tentang kebencian

Tidak ada komentar: