"Amnesty International menyatakan bahwa Polisi Republik Indonesia (Polri) masih sering terlibat kekerasan dan penyiksaan para tersangka.
Laporan Amnesty International yang disiarkan, Rabu (24/6), juga menyebutkan bahwa para pelakunya jarang diadili.
Kelompok pegiat hak asasi manusia yang berkantor di London ini, seperti dikutip kantor berita Reuters, mengakui berbagai upaya dalam satu dasawarsa ini telah dilakukan untuk membuat polisi lebih profesional dan akuntabel. Namun, langkah ini dikatakannya gagal menghilangkan masalah yang sudah banyak dilakukan."
LONDON (SuaraMedia News)
*siapapun juga tidak mentolerir yang namanya kekerasan, namun jika kita berbicara tentang kekerasan setiap negara pasti pernah melakukan kekerasan, mereka lupa apa yang telah terjadi di hiroshima dan nagasaki, mereka lupa apa yang terjadi di vietnam 40 tahun silam serta ingatan yang masih segar tentang korban-korban sipil di irak. jadi siapakah negara yang lebih barbar? Amnesty International bersembunyi dibalik omong kosong wacana Hak Asasi Manusia , laporan yang lebih banyak pada negara-negara kelas dua terutama negara-negara korban kapitalis. jadi Laporan Amnesty International masih belum otentik, absurd!
Laporan Amnesty International yang disiarkan, Rabu (24/6), juga menyebutkan bahwa para pelakunya jarang diadili.
Kelompok pegiat hak asasi manusia yang berkantor di London ini, seperti dikutip kantor berita Reuters, mengakui berbagai upaya dalam satu dasawarsa ini telah dilakukan untuk membuat polisi lebih profesional dan akuntabel. Namun, langkah ini dikatakannya gagal menghilangkan masalah yang sudah banyak dilakukan."
LONDON (SuaraMedia News)
*siapapun juga tidak mentolerir yang namanya kekerasan, namun jika kita berbicara tentang kekerasan setiap negara pasti pernah melakukan kekerasan, mereka lupa apa yang telah terjadi di hiroshima dan nagasaki, mereka lupa apa yang terjadi di vietnam 40 tahun silam serta ingatan yang masih segar tentang korban-korban sipil di irak. jadi siapakah negara yang lebih barbar? Amnesty International bersembunyi dibalik omong kosong wacana Hak Asasi Manusia , laporan yang lebih banyak pada negara-negara kelas dua terutama negara-negara korban kapitalis. jadi Laporan Amnesty International masih belum otentik, absurd!
