di dunia ini permainannya dimainkan dengan dadu yang terkadang dicurangi, seseorang harus mempunyai sistem pertahanan yang besi, disaat nama menjadi taruhan dari sebuah tulisan, pada saat itu pula orang-orang sekeliling melihat dengan matanya yang terkadang hanya sebelah. mulai membuat koalisi, dan disaat itu pula saya bisa menjadi seorang publik enemy dan bahkan orang-orang yang terdekat dahulu lah yang menilai. ada yang sependapat dan memberikan support ada yang kontra lalu sudah tentu menambah daftar musuh. namun disinilah kita melihat yang sesungguhnya, dimana harga diri sebuah pena dipertaruhkan. ada yang tetap pada jalur pendiriannya ada yang meninggalkan pena-nya. saya memilih bertahan pada pena saya, walaupun saya mungkin sudah tersudutkan, tapi mereka tahu apa? pendirian saya juga ada batasnya, saya tahu dmana harus berhenti, saya tidak perlu diajari bagaimana harus bertindak. mereka tidak pernah tahu sakitnya pena itu saat di injak-injak, mereka para penyudut hanya bisa menghakimi saya dengan telunjuk mereka ke hadapan muka saya sendiri. dan dengan sedikit pengharapan : andaikan saja ada seseorang yang tetap bertahan diposisi saya memberikan amunisi support
Ulasan Konser – Arctic Monkeys, O2 Arena London, 10 September 2018
7 tahun yang lalu

Tidak ada komentar:
Posting Komentar