apa yang engkau pikirkan jika dirimu berada dalam suatu lingkungan yang sunyi gelap dan jauh dari keramaian?
pengalaman ini yang saya rasakan ketika saya sedang dalam perjalanan pulang dari rumah seseorang yang kebetulan bertempat tinggal di daerah pedesaan yang jauh dari keramaian. saat waktu menunjukan pukul 9 malam dan saya hendak bergegas pulang, maka satu hal yang terlintas di kepala saya adalah jalan dan mental. tidak ada satu pun pikiran negatif yang merasuki diri saya hingga timbul suatu rasa takut, namun itu semua berubah drastis disaat saya bersama sang motor berada di tengah-tengah sawah nan gelap ditambah kuburan di pinggir saya, strange! padahal saya sering lewat sini namun tidak sengeri hari ini. the night is full moon, and this night is frightening. ditambah lagi nada-nada jonny greenwood di headphones saya yang terasa sangat horror hingga menusuk telinga saya dan efeknya saya hari ini menjadi seorang pengecut. lalu mengucur berbagai sugesti yang tidak perlu di dalam pikiran saya : bagaimana tidak, saya harus mengarungi jalanan ini selama 2 kilometer. rasa takut yang terus mengikuti-ku akhirnya tertawa girang disaat 2 kilometer terakhir telah kulalui namun ternyata jalan di depan masih sunyi dan bahkan lebih sunyi dan gelap...serta sepi dan jauh dari peradaban. ditempat ini manusia seakan-akan di lenyapkan dari muka bumi, seakan-akan saya berjalan menuju negeri antah berantah atau suatu tempat yang tak bertuan, di depan hanya jalan tanpa aspal dan berbatu tajam, tanpa peduli gas itu saya tarik sangat kencang dan ya! dia berhasil, dia berhasil mengacaukan pikiran saya, you got it jonny! congratuliation...rasa takut itu ternyata hanya sebuah fantasi yang tercipta karena keadaan. lagu-lagu itu membuat suasana menjadi lebih mencekam. ditambah backgorund pohon pinus yang rindang dan sedikit perasaan negatif yang meracuni kepala tentang makhluk-makhluk buruk rupa dari alam metafisika. setelah itu semua terlalui, setelah akhirnya saya menemukan peradaban ternyata saya dapatkan sebuah kesimpulan.
rasa takut ini hanya tercipta akibat perasaan kita sendiri. dan mungkin sangat manusiawi jika kita memiliki rasa takut, akan tetapi bukankah rasa takut itu emosi layaknya tangisan pada rasa kecewa...disaat rasa kecewa itu ada dan kita hanyut di dalamnya maka hanyutlah perasaan kita sepenuhnya pada rasa kecewa itu, namun jika kita bisa meminimalisir maka secara bertahap akan hilang seiring berjalannya waktu....rasa takut hanya bisa dilawan dengan melawan rasa takut itu sendiri. mengabaikan rasa takut, mengacuhkan rasa takut lalu mengalihkan perasaan dan pikiran kita dengan doa.
--------------------------
--------------------------
* untuk seseorang yang baru pindah kamar, carilah teman di kekosongan malam
pengalaman ini yang saya rasakan ketika saya sedang dalam perjalanan pulang dari rumah seseorang yang kebetulan bertempat tinggal di daerah pedesaan yang jauh dari keramaian. saat waktu menunjukan pukul 9 malam dan saya hendak bergegas pulang, maka satu hal yang terlintas di kepala saya adalah jalan dan mental. tidak ada satu pun pikiran negatif yang merasuki diri saya hingga timbul suatu rasa takut, namun itu semua berubah drastis disaat saya bersama sang motor berada di tengah-tengah sawah nan gelap ditambah kuburan di pinggir saya, strange! padahal saya sering lewat sini namun tidak sengeri hari ini. the night is full moon, and this night is frightening. ditambah lagi nada-nada jonny greenwood di headphones saya yang terasa sangat horror hingga menusuk telinga saya dan efeknya saya hari ini menjadi seorang pengecut. lalu mengucur berbagai sugesti yang tidak perlu di dalam pikiran saya : bagaimana tidak, saya harus mengarungi jalanan ini selama 2 kilometer. rasa takut yang terus mengikuti-ku akhirnya tertawa girang disaat 2 kilometer terakhir telah kulalui namun ternyata jalan di depan masih sunyi dan bahkan lebih sunyi dan gelap...serta sepi dan jauh dari peradaban. ditempat ini manusia seakan-akan di lenyapkan dari muka bumi, seakan-akan saya berjalan menuju negeri antah berantah atau suatu tempat yang tak bertuan, di depan hanya jalan tanpa aspal dan berbatu tajam, tanpa peduli gas itu saya tarik sangat kencang dan ya! dia berhasil, dia berhasil mengacaukan pikiran saya, you got it jonny! congratuliation...rasa takut itu ternyata hanya sebuah fantasi yang tercipta karena keadaan. lagu-lagu itu membuat suasana menjadi lebih mencekam. ditambah backgorund pohon pinus yang rindang dan sedikit perasaan negatif yang meracuni kepala tentang makhluk-makhluk buruk rupa dari alam metafisika. setelah itu semua terlalui, setelah akhirnya saya menemukan peradaban ternyata saya dapatkan sebuah kesimpulan.
rasa takut ini hanya tercipta akibat perasaan kita sendiri. dan mungkin sangat manusiawi jika kita memiliki rasa takut, akan tetapi bukankah rasa takut itu emosi layaknya tangisan pada rasa kecewa...disaat rasa kecewa itu ada dan kita hanyut di dalamnya maka hanyutlah perasaan kita sepenuhnya pada rasa kecewa itu, namun jika kita bisa meminimalisir maka secara bertahap akan hilang seiring berjalannya waktu....rasa takut hanya bisa dilawan dengan melawan rasa takut itu sendiri. mengabaikan rasa takut, mengacuhkan rasa takut lalu mengalihkan perasaan dan pikiran kita dengan doa.
--------------------------
--------------------------
* untuk seseorang yang baru pindah kamar, carilah teman di kekosongan malam

2 komentar:
haghaghag paranoid...
zar, tulisan2 yg laennya teh ateuh suka beurat2..da saya ga ngerti...
;D
@agni : sengaja dibikin yg berat-berat, coz itu kan tulisan catatan pribadi, jadi biar saya saja yg ngerti....hehe
Posting Komentar