mengapa hari ini lebih banyak segumpal tanah yang isi mulutnya lebih nyaring daripada isi kepalanya? mereka yang mencap dirinya intelektualitas yang bersembunyi dibalik omong kosong filsafat berskill mental sosiopath yang membiarkan dirinya tenggelam didalam ribuan kebencian dan kedangkalan ilmu pengetahuan, hak ciptamu adalah pembajakan yang berkubang diantara kemunafikan sehingga membiarkan korbanmu seperti rakyat palestina yang haknya dirampas tank-tank berlambang bintang daud, mengubah senyummu yang menyeringai bagai tawa membawa luka dan akhirnya sinetron hidupmu telah berakhir dan menyadari kepintaranmu-lah yang menelanjangi dirimu sendiri di dalam kehancuran. kini aku sadar ketika semuanya telah terjadi, sebab manusia mana yang mau menciptakan penyesalan jika manusia diciptakan sempurna, jika kesempurnaan dirimu ditutupi oleh kebohongan yang memakan sejuta nyawa maka persetan dengan idealisme, mental monyet para penyembah darwin, menjelmakan alam semesta menjadi pikiran, jika alam semesta ini sedangkal pikiranmu, maka manusia adalah kebodohan tanpa batas, konsekuensi yang dijalani sejarah membiarkan bumi terus berputar dalam kejahiliyahan menciptakan kaum yang bergumul dalam kesesatan statis serta menurunkan jiwa pagan pada anak cucunya lalu memasarkan agamanya dan meng-agamakan pasar, jika dunia ini diisi oleh para idelisme maka maya diisi oleh para armageddon, jadi apa bedanya para idelisme dengan para tuhan jejadian yang menamakan dirinya utusan dari bawah sadar yang sedang menjadi trend diakhir zaman ini?
Ulasan Konser – Arctic Monkeys, O2 Arena London, 10 September 2018
7 tahun yang lalu

Tidak ada komentar:
Posting Komentar