26 Desember 2008

Menjerat Riwayat Kamar Gelap


*revieuw album Efek Rumah Kaca - Kamar Gelap


“karena setiap lembarnya, mengalir berjuta cahaya,

Karena setiap aksara membuka jendela dunia”

Efek rumah kaca – jangan bakar buku


Album Kamar gelap adalah sebuah realita kehidupan sekarang yang mereka interpretasikan ke dalam bentuk nada. Setelah sukses dengan album pertama mereka saya sebagai pendengar mereka akhirnya terpuaskan oleh ciri khas yang keluar dari setiap lagunya, sekarang orang-orang bisa membedakan dimana antara pemusik yang memiliki intelektualitas yang menonjol dengan pemusik yang bersembunyi dibalik atas nama pasar dan omong kosong kecengengan cinta. Nada di album ini yang sedikit terasa tersentuh tanpa perlu menangis di “lagu kesepian” mengingat petikan ala jhonny marr ditambah lirik cinta ala iwan fals sehingga membuat lagu ini begitu sempurna ditelinga tanpa perlu terlihat cengeng. Juga tembang tentang nasionalisme, mencirikan Indonesia yang sedang tertidur terbuai mimpi di lagu “menjadi Indonesia” sehingga semakin melekatkan kalau efek rumah kaca adalah the next generation of iwan fals. Percobaan bunuh diri mereka juga dituangkan dalam “tubuhmu membiru…tragis” memiliki arti tentang pergolakan jiwa yang sudah tidak bisa diajak kompromi lagi dengan keadaan, sehingga jalan pintaslah yang lebih pantas memutuskan diantara hidup dan mati. Musikalitas mereka yang masih gak jauh beda dengan album sebelumnya masih dibungkus oleh rock progressive serta jazz dan pop melankolis. Akan tetapi apapun jenis musik mereka tetap saja mereka tidak mengkhianati konsep dalam lirik nya yang tetap menekankan kejujuran terhadap keadaan saat ini dan membakar kemunafikan yang ada, gak usah jauh-jauh membicarakan tentang global warming jika disini masih ada korporasi pembuat bencana alam yang bertebaran di pusat kota dengan membagi-bagikan asap disana-sini sehingga amarah alam bertebaran dimana-mana. Saya pun cukup tercengang dengan track lagu kedua “kau dan aku menuju ruang hampa” lagu yang diciptakan oleh cholil dan irma hidayana, terutama dilirik “kau belah dadaku, mengganti isinya, terkunci mulutku menjeritkan pahit” sangat hiperbola. “Kenakalan remaja di era informatika” mencerminkan para kaum remaja yang tersesat dan kesesatannya terhempas oleh tekhnologi. “Yang kau jerat adalah riwayat, tidak punah dalam sejarah” sepetik lirik dari lagu “kamar gelap” yang mengakhiri panggung theater album Efek Rumah Kaca, lagu ini sangat cocok menjadi penutup. eksistensi mereka sudah tidak bisa diragukan lagi, efek rumah kaca-yang notabene band indie-sudah layak disejajarkan dengan band-band major yang bertebaran saat ini. Dan saya tidak menyesal merogoh uang Rp 35.000,- untuk sekeping CD ini.


Efek Rumah Kaca – Kamar Gelap :

1. Tubuhmu membiru…tragis

2. Kau dan aku menuju ruang hampa

3. Mosi tidak percaya

4. Lagu Kesepian

5. Hujan jangan marah

6. Kenakalan Remaja di era informatika

7. Menjadi Indonesia

8. Kamar Gelap

9. Jangan Bakar Buku

10. Banyak asap disana

11. Laki-laki pemalu

12. Balerina



1 komentar:

hk mengatakan...

kunjungan balik bro ....
nice review ....
ERK emang mantapp !!!

salam kenal