siang itu waktu menunjukan jam setengah dua siang dengan pekerjaan yang menumpuk sekalian di temani oleh playlist lagu-lagu kesayanganku yang sengaja aku setel di komputer. lumayan bisa menemani pekerjaan yang kebetulan lagi membabi buta datang bertubi-tubi gak ada abisnya. dan temen-temen seperjuangan di kantor juga tau kalau gw adalah orang idealis dan berselera tinggi dalam masalah musik (cuihh!) jadi mulai lagu-lagu trensetter anak muda sekarang ampe lagu jadul jaman uyut buyut juga ada di playlist gw, jadi gk aneh klu ada orang-orang dari fungsi lain dateng ke meja kantor gw lalu mereka berkomentar seperti ini :"ieu lagu naon jar? brang breng brong teu pararuguh.....", lalu ku jawab "ah norak luh!", "setelan garut mah lain jiga kieu lagu na atuh zar!" balas temanku..konyol kalau gw pikir, apa hubungannya kota dengan selera musik...jauhnya seperti palung laut dengan langit ke tujuh, emang sulit untuk menyadarkan mereka para kaum awam yang sudah terlanjur terkontaminasi oleh musik-musik sesat yang akhirnya malah debat ngasal dan yang ada ngacay weh kemana-mana, seperti itulah yang membuat konsentrasi kerja hilang total, terus setelah itu gw mengalami kejadian lagi, lagi-lagi masalah musik yang menemani waktu bekerja, yang membuat konsentrasi menjadi total chaos, keadaan yang menjadi sesat, sesatnya melebihi peta buta yang salah alamat, jadi gini ceritanya, waktu gw sedang ngerjain pekerjaan jam setengah 3 sore yang kebetulan deadlinenya jam 9 malem, gw sedang khusyu-khusyu mengerjakan suatu pekerjaan ditemani lagu-lagu di playlist gw, tuh lagu emang sih rada kecil volumenya karena emang gw sedang konsen banget ama pekerjaan, gk lama kemudian berselang beberapa menit...eeehh..si brow rekan kantor di pinggir gw nyetel lagu curug cindulang! sial, pikiran gw jadi kalang kabut...dag dig dug teu pararuguh, mau kesel gk enak, mau ngomong takut salah ngomong, anjiss akhirnya ini semua menjadi semacam dillema yang tidak bisa diucapkan, dan yang lebih menyebalkan lagi dia nyetel tuh lagu ampe tiga perempat volume, semangat bekerja jadi hilang secara tiba-tiba. yang tidak masuk akal tuh komputer prasaan gk dipasang sound, tapi kok tiba-tiba ada dan suaranya stereo lagih, ampe orang-orang disekeliling pada ikut nyanyi lagu curug cindulang sehingga suasana di kantor berubah menjadi seperti acara sunatan massal di suatu desa di cicalengka. goddamn!! dari mana dia bisa dapet sound simbadda ituh, perasaankan itu mah sound buat komputer operator...eeurgghhh, akhirnya kuterpaksa mengalah dan kulanjutkan lagi, tapi ni hati bukannya malah tenang selang lagu curug cindulang selesai datang lah lagu baru.......oh babynya cinta laura...shit! what de hell!!!, aku seperti di hipnotis untuk ikut bernyanyi bersama, layaknya sekumpulan manusia yang menyanyikan lagu ulang tahun...ya Tuhan akhiri segala penderitaan ini...akhinya daripada gw harus ikut-ikutan komat kamit nyanyi lagu cinta laura, gw memutuskan memesan batagor dengan lada paket super+jus jeruk nipis dingin tanpa gula..sementara mereka bernyanyi, gw makan batagor sembari mengembalikan konsentrasi
Ulasan Konser – Arctic Monkeys, O2 Arena London, 10 September 2018
7 tahun yang lalu

Tidak ada komentar:
Posting Komentar