10 Oktober 2008

hujan di pagi hari

suara itu mengganggu tidurku di pagi hari...ternyata suara rintik hujan, subuh-subuh gini udah hujan, berarti sekarang mau memasuki musim hujan. sambutan hangat di pagi hari yang dingin dengan hujan. dan pikirku tidak ada pagi hari yang indah dengan sambutan hujan. dan harapan saya hanya agar hujan ini terus menemaniku hingga sore hari sehingga saya bisa menciptakan sebuah alasan untuk bolos kerja...hehe! tidak ada pagi yang indah selain hujan pagi di hari jumat. sungguh hari yang indah, sungguh hari yang indah (pengulangan berarti penegasan keadaan). namun pekerjaan kantor yang menanti untuk di selesaikan tiba-tiba mengusik keindahan pagi hari. dan aku terbangun kembali dari tempat tidur. "Hei Tizar, apa yang kau lakukan dengan dirimu hah!" gerutu sang pekerjaan kantor yang menanti untuk diselesaikan. "ah tidak! kau jangan ganggu aku!" teriak diriku sembari menarik selimut. "kau seharusnya malu zar, malu oleh dirimu sendiri, apakah dirimu merasa bahwa semua hutangmu terhadap saya sudah lunas? apakah dirimu bisa membimbing saya menuju akhir kekejaman dunia?" gerutu lagi sang pekerjaan kantor. ah...pikiranku bertambah pusing dan akhirnya ku sobek-sobek selimut itu yang terus mengurungku dengan keras. badan lemas dan terhuyung-huyung, ku kuatkan sekuat tenaga menuju kamar mandi untuk melawan penyerangan dari para selimut dan kasur yang terus menarik-narik tubuhku untuk bertahan. dan akhirnya aku bisa menyelesaikan semua tugasku. mereka (para selimut dan kasur serta bantal) terdiam tak bergerak. aku menang. seiring kemenanganku, matahari lalu bersinar terang dan ku kembali beraktifitas.

Tidak ada komentar: