sial! Telat lagi telat lagi...nggak tau kenapa kayanya aku susah banget bangun pagi, kebiasaan buruk terus bertahan dan membeku menjadi suatu kebiasaan yang tidak bisa dilepas, memang sih cuaca yang dingin di kampung asrama talun membuat sang pangeran kesepian ini (*red : saya sendiri maksudnya) sangat anti untuk menghirup udara pagi padahal jam weker sudah stand by dari jam 1 malem+alarm di HP+suara ayam di kandang (sebelumnya saya sudah berkoordinasi dengan mereka) tetapi tetep aja mata ini seperti di lem super glue. sebetulnya ada latar mengapa dan bagaimana saya selalu telat bangun. kisah ini adalah 3 tahun kebelakang sebelum saya berdinas di staff bag ops. dahulu kala sebelum gw dines di staf setiap orang seangkatan saya mengenal saya dgn pribadi yang berdisipilin tinggi dan tidak kenal lelah selalu ramah serta rajin menabung, namun seiring bergantinya waktu keadaan itu berubah, entah ini revolusi diri ataukah perubahan menuju yang lebih baik, akan tetapi dulu gw rajin bangun pagi. namun karena di staf ini berlaku ketentuan untuk bekerja lembur maka schedule tidur gw pun berubah total, di revolusi, di acak-acak seperti pemerintah kerajaan yang di revolusi oleh masyarakat prooletar, revolusi bloshevik di rusia atau revolusi prancis. kadar hidup yang gak jelas, keadaan hidup menjadi tidak stagnan alias chaos. tidak ada siang hari untuk bersantai diri sambil tidur-tiduran (kecuali klu kepaksa) tidak ada itu namanya ngegosip ngomongin orang lain di warung kopi atau tukang bakso, keadaan itu sangatlah langka dalam dunia kehidupan gw. orang laen banyak yang bilang katanya gw adalah orang yang sok sibuk, so, gw gitu loh! elo-elo, gw-gw! wajar aja mereka bekerja di bayar negara tanpa ada hasil yang real dalam artian ngalebok gaji buta. namun setelah jadwal tidur menjadi tidak stagnan, sekarang giliran kepala gw yang diserang . diserang oleh insomnia. benar-benar jahanam yang namanya insomnia, selalu membuat fantasi dalam kepala ini. membuat segala sesuatunya adalah halusinasi. orang cantik terlihat jelek, dan yang jelek terlihat cantik, entahlah terkadang gw juga bingung dengan wajah ini yang jelek sewaktu sedang mengaca. jam 11 malam adalah sore hari bagiku dan jam setengah 2 pagi adalah malam lalu jam 9 pagi adalah subuh bagiku. tak ada siang yang ada malam hari, semuanya malam hari selalau malam hari. terlebih pada saat di hadapan layar 17 inch yang terkadang memberikan semangat kerja serta satelit online dan speedy yang juga turut menyelamatkan hidup ini. ketika hidup ini menjadi statis labil, selalu telat dan telat ditambah kejamnya waktu yang terus mengguling saya tiada henti. dan akhirnya gw terjebak di dalam siklus kehidupan yang berputar tanpa variasi. orang-orang mungkin tertawa melihat kehidupan gw, tapi dari mana mereka tau gw, toh gw tidak pernah berintrospeksi dengan mereka, gw jarang mengenal orang-orang kecuali kerabat dekat, sahabat dan teman. selebihnya adalah manusia-manusia sok tahu yang otaknya dangkal. sekecil-kecilnya kota garut saya bisa menjadi bagian yang hilang dari kota ini, sehingga hanya segelintir orang yang mengenal saya.
Ulasan Konser – Arctic Monkeys, O2 Arena London, 10 September 2018
7 tahun yang lalu

Tidak ada komentar:
Posting Komentar