06 Oktober 2008

mudik, konsumtif, dan kesibukan

ada satu hal yang berbeda pada saat menjelang lebaran, yang pertama orang-orang pada mudik, padahal jelas tradisi ini hanya ada di indonesia, yang menyebalkanya, mengapa harus pada waktu yang bersamaan, dan yang lebih menyebalkan lagi kemacetan di jalan, jumlah sarana transportasi dan sarana perhubungan seperti jalan raya masih belum memadai alias tidak layak! inilah negeri kita, terkadang saya juga berpikir sebagai pelanggan dan pengguna sarana perhubungan jalan raya karena kebetulan saya bekerja di garut dan rumah di bandung sehingga Nagreg sebuah desa yang sangat fenomenal setiap tahunnya tertuma pada Lebaran, disaat orang-orang pada mudik, disaat saya pulang melewati jalan ini sepertinya Nagreg ini tidak ada perubahan selama 22 tahun! apakah karena daerah ini hanya dilewati begitu saja oleh orang-orang sehingga mudah diingat dan mudah pula dilupakan. jadi gak aneh lagi jikalau daerah ini disebut sebagai desa dongkol. saya harus dongkol mengalami kemacetan yang hampir pasti terjadi ini! jalan lingkar nagreg belum 100 persen jadi, so untuk sekarang ini hanya menjadi pemandangan menyebalkan di tengah-tengah kedongkolan massa yang bejubel dalam kemacetan. entahlah dengan kinerja pemerintahan yang dulu, apakah mereka tau dengan keadaan ini?
dan juga jangan lupakan budaya konsumtif yang membabi buta, menguras dompet lalu menyulap uang mu menjadi benda yang tak berguna kelak. kenapa tidak kita zakatkan aja, atau mungkin lakukan hal yang berguna satu hal saja dari ribuan hal yang berguna di dunia ini. belanja sampai mati di hari raya idul fitri

kesibukan orang memang tiada henti, tapi pekerjaan ini menanti. kesibukan belum habis malah kesibukan yang lainnya menunggu untuk diselesaikan, selamat datang kesibukan.

Tidak ada komentar: