28 Januari 2009

menyimak dark night (batman)

ini bukan sebuah review movie hanya ketika saya menonton film ini yang diawali dengan pikiran sinis, karena yang tersirat adalah : kebosanan!
but as the matter of fact, saya cukup terkesima atas sisi kebenaran yang terdapat dalam film ini, dan saya jadi teringat dengan tulisan saya yang sebelumnya tentang membaca karakter yang juga ada dalam jalan cerita ini. sisi manusia memang tidak bisa ditebak bagaimana mungkin seorang pengacara yang menjadi pahlawan di gotham city dengan memenjarakan seluruh mafia akhirnya bisa menjadi sosok penjahat oleh ulah sang penjahat sesungguhnya yaitu joker sang musuh abadi batman. akan tetapi si joker ini membukakan "kebenaran" dari kekacauan yang sesungguhnya lebih memegang nilai-nilai arti loyalitas terhadap kekacauan yang sesungguhnya dari tujuan dirinya sendiri. begitu juga batman sang superhero yang bersembunyi di balik topeng demi membela sebuah kebenaran yang tentunya untuk menjaga loyalitas dirinya terhadap kebenaran dengan bersih. disini mata saya terlihat terhadap kebenaran dan kejahatan yang nyata. batman memperjuangkan kebenaran tanpa pamrih dan jasa oleh sebab itu bruce wayne bersembunyi di balik topengnya sedangkan joker sang pengacau adalah sosok penjahat sejati tanpa pamrih yang tujuannya membuat kekacauan sebanyak-banyaknya. tapi satu hal yang saya salut dari si joker ini, yaitu dia berhasil membuat si pahlawan pengacara gotham menjadi penjahat dan satu lagi saat dia membakar uang hasil pembagiannya dengan raja mafia gotham dan dia berkata : "saya tidak butuh uang tapi saya punya satu tujuan yaitu mengacaukan kota gotham city". jadi sang penjahat sejati dan sang kebenaran sejati hanya satu tujuannya yaitu tercapainya tujuannya itu bukan karena hal yang lain yaitu uang.
salut untuk film the dark night.

21 Januari 2009

air susu dibalas air tuba

sekitar satu bulan yang lalu saya sempat bertemu dengan kawan lama yang kebetulan kita bertemu di suatu tempat. disana saya melihat dia sebagai seorang kawan lama yang (mungkin) sudah berubah, ya entah sifat dan karakternya serta kehidupannya, akan tetapi saya tetap positif thinking terhadap dia karena saya percaya dia sebagai seorang kawan lama. pada obrolan awal, kita membicarakan tentang keadaan kita masing-masing, kehidupan kita masing-masing hingga ke masalah yang paling detail jadi secara tidak sengaja kita curhat dan otomatis kita jadi membicarakan kehidupan yang pribadi, saya berpikir positif jadi akhirnya saya larut dalam cerita tersebut dan saya ceritakan semua kehidupan saya dari masalah dunia percintaan hingga masalah kerjaan. karena (saya tekankan) saya positif thinking ke dia jadi dalam pembicaraan pun saya sangat memperhatikan alur pembicaraan takutnya ada salah kata yang akhirnya malah menyinggung perasaannya, jadi saya menghargai perasaan dia dibanding perasaan saya sendiri, kenapa? sebab yang saya rasakan setelah sesi curhat berakhir dia berbicara tentang suatu masalah yang ada kaitannya dengan kerjaan saya (biasa masalah dijalan). mungkin saya masih bisa terima itu sebagai kritikan (klise! walaupun tidak ada kaitannya dengan saya) namun pembicaraan itu semakin menyudut padahal menurut saya dia pun salah, aneh! karena saya merasa ini adalah merundingkan suatu masalah secara bersama bukan sesi untuk menyudutkan seseorang, akan tetapi pada saat saya mengkritik dia (ini pun dengan sangat hati-hati) sepertinya dia kurang menerima,, malah saya semakin disudutkan, lalu setelah itu dia seperti tidak antusias ketika saya tawarkan minuman. akhirnya saya memberanikan untuk minta maaf ke dia (walaupun dia yang memulai "masalah" itu dan dia tidak meminta maaf kapadaku sepatah kata pun) lalu setelah itu suasana kembali menjadi segar. beberapa menit sebelum kita hendak pulang saya berkata kepadanya agar merahasiakan pembicaraan yang menyangkut masalah pribadi tersebut.

tiga minggu sudah berlalu saat saya pulang ke cimahi, lalu sesampainya di rumah, saya di sambut dengan gossip tak sedap, yaitu gossip bahwa saya kencan dengan kawan lama tersebut. layaknya disambar gledek di siang hari! "gila macam apa hari ini?" ketus saya di dalam hati. gossip yang konon keluar dari sesepuhnya si kawan lama itu. dan yang konyolnya gossipnya itu saya ngejar-ngejar dia, ngejar=berlari karena sesuatu yang dituju atau ngejar=niat untuk suka ke dia, ngejar setan kali! fitnah macam apa? oh ternyata pertemuan kita kemaren ada yang ngebongkar (masalahnya klu gak terbongkar gak akan mungkin dia angkat bicara, harus ada pihak ketiga yang jadi mata-mata, dan lagian gk penting harus ada pihak ketiga) waduh sial, jangan-jangan semua rahasia saya terbongkar! selidik punya seilidik ternyata si kawan lama inilah yang membongkarkannya (ya klu bukan dia lagi siapa? karena di sana kita berdua, kecuali klu dia peke penyadap) plus menggossipkannya. entah harus diperpanjang berapa batas kesabaran ini mendengar gossip itu. sudah mah waktu pas ketemu saya diserang abis-abisan, saya mengalah saja walaupun pembicaraan ini sudah tidak nyaman lagi, tetapi saya masih tetap menghargai perasaan dia, terus setelah beberapa minggunya saya di serang lagi dengan gossipnya dia. saya tau dia udah punya cowo (dengan ceritanya yang "wah") jadi feeling saya ke dia itu sangat mustahil dan tidak terpikirkan sedetik pun (jadi najis ngebayangnya). bener-bener apes saya, entah apa masalah dia, sungguh tidak bisa menjaga amanat sedikit pun, padahal saya masih bisa menjaga amanat dia hingga sekarang, hanya kesabaran itu habis ketika orang tua saya ikut cerita juga, beban itu jadi terbagi dan sedikit menyita energi. saya jadi berpikir : sebetulnya lebih sulit mana sih antara mempertahankan satu teman dengan menciptakan seorang musuh?

19 Januari 2009

di persimpangan antara mimpi dan nyata

sudah 3 malam terakhir ini sebelum tidur tepatnya sebelum mata tertutup dan rasa kantuk semakin memaksimum, saya selalu mengalami hal yang sangat aneh, entah mungkin saya berhalusinasi atau bermimpi yang pasti pada saat itu saya masih setengah sadar dengan mata masih terbuka. sesaat sesudah mematikan lampu asrama untuk tidur saya langsung merebahkan badan dan menonton televisi yang memang sudah menjadi tradisi tertidur dengan televisi menyala. setelah itu perasaan saya hingga seperti jatuh tepat di tengah lapangan seperti memasuki dunia alam lain dengan gelap gulita tanpa cahaya matahari dan sendiri tanpa ada satu pun makhluk hidup yg kutemui. akhirnya perasaan yang selama ini ku tutup dalam-dalam keluar, saya merasa ketakutan di asrama saya sendiri!!! saya merasa menjadi manusia paling sendiri di sini, gunung-gunung itu terbang hancur, lautan manjadi ombak yang sangat menakutkan dan langit seakan runtuh, persis seperti kiamat!!! setelah itu saya baru tersadar dan bangun, mungkin karena lupa membaca doa, itu di hari pertama. di hari kedua saya mengalami seperti itu kembali dan di hari ketiga saya berusaha untuk berdoa padahal rasa kantuk masih lama dan ini hanya untuk berjaga-jaga saja takutnya saya ketiduran tiba-tiba, akan tetapi kejadian itu terulang kembali. dan setelah itu saya tidak bisa tidur, akhirnya malam itu saya begadang menonton acara televisi dengan keadaan ditengah sadar dan tidak sadar dengan memperhatikan siaran televisi tentang tragedi perang di jalur gaza. waktu menunjukan jam setengah lima, setelah itu saya solat subuh lalu saya merebahkan badan kembali, dan akhirnya saya otomatis tertidur selama 5 jam. sewaktu bangun badan terasa berat dan panas, mata merah dan sayup lalu kepala berat serta tenggorokan sakit! oh Tuhan, ternyata saya sakit hari ini, terimakasih akhirnya saya bisa menghindari kejenuhan dan mengistirahatkan diri sembari ditemani dunia baru yaitu persimpangan diantara mimpi dan nyata.

pengetahuan dan cinta

"Kehidupan yang baik adalah kehidupan yang diilhami oleh cinta dan dibimbing oleh pengetahuan"
[bertrand russell]

Pengetahuan dan cinta adalah dua hal yang bisa diperluas hingga menjadi tak terhingga; jadi, bagaimanapun baiknya kehidupan, masih ada kehidupan yang lebih baik yang bisa dibayangkan. Tak ada cinta tanpa pengetahuan, dan tak ada pengetahuan tanpa cinta, yang bisa menciptakan kehidupan yang baik.

"what i believe"

16 Januari 2009

membaca karakter

suatu saat pernah saya merasakan amarah yang datang secara tiba-tiba karena sesuatu hal, lalu beberapa saat kemudian amarah itu lepas dan saya merasa lega setelah itu saya langsung berpikir mungkin itu sifat manusiawi seseorang, emosi atau apapun yang sekiranya tindakan itu akan merugikan orang lain termasuk mencuri atau membunuh. akan tetapi jika saya teliti lebih dalam lagi emosi itu ternyata hanya sifat kecil yang tidak terlalu menonjol, dia mengendap di dalam hati lalu keluar secara tiba-tiba karena sesuatu hal, itu mungkin analisis saya yang sederhana, ya entahlah analisis menurut mereka yang lebih tau. hanya satu deskripsi saya ketika melihat teman yang di mata saya dia itu adalah seseorang yang sangat baik atau mungkin diri saya sendiri melakukan sesuatu hal yang diluar batas kemanusiaan maka saya berpikir bahwa setiap orang mempunyai kemungkinan untuk melakukan hal yang buruk tersebut, bahkan mungkin orang yang lugu sekalipun sebenarnya dia mempunyai jiwa pembunuh hanya jiwa itu seperti satu titik karakter yang tertutup oleh milyaran titik karakter yang dominan dan mengendap dalam satu pikiran itu, hanya titik karakter tersebut akan keluar menurut apa yang kita "makan" dalam pikiran kita lalu kita mencernanya ke dalam otak maka dipancinglah karakter tersebut untuk keluar memilih dari sekian milyar karakter yang lebih dominan. jadi sejahat dan sebaik apapun orang itu pasti dia mempunya satu titik karakter yang lain sebaliknya dari karakter dominan itu. maka kita disana berusaha menggunakan logika disertai cara berpikir kita dan akal adalah satu hal yang membedakan kita dari binatang. maka dari itu galilah sifat dan karaktermu sendiri lalu pelajari, sebaik apapun dirimu dan diri kita karakter buruk itu akan selalu ada. jadi pada intinya manusia itu tidak sempurna

15 Januari 2009

sepenggal cerita jaman pendidikan (bag.1)


dulu sekitar tahun 2004-an tepatnya di suatu tempat pendidikan yang berlokasi di cisarua lembang, saya di didik untuk menjadi sekarang ini. ada sedikit kenangan dari kompi A yang hingga kini saya (dan mungkin untuk semua teman-teman seangkatan di kompi A) ingat terus dan tidak pernah terlupakan. cerita itu dimulai ketika barak kami melaksanakan pengajian bersama karena kami mengadakan syukuran dalam rangka ada teman sekompi berulang tahun, dan kebetulan saat itu saya adalah piket barak bersama 2 rekan saya yang bernama rohmat dan eris. kita disibukkan untuk mempersiapkan segalanya mulai dari kebersihan di dalam barak hingga mempersiapkan untuk snack untuk anak-anak. dan snack yang mungkin menurut saya itu adalah snack teraneh karena di dalamnya memuat makan-makanan yang mengandung lada mulai dari gorengan combro yang isinya sangat pedas hingga pempek super lada.

waktu sudah mulai malam hari dan kami pun solat berjamaah di barak setelah itu pengajian bersama pun dimulai dan setalah itu (seperti biasa) yang ditunggu-tunggu anak-anak..makan-makan, kita menyiapkan makanan emang agak overdosis, ada sekitar 7 dus yang isi tiap dusnya tuh sekitar 20 bungkus berarti totalnya ada 140 bungkus snack! sedangkan jumlah kita hanya 90 orang, saya hanya berpikir takut tidak habis. akan tetapi cerita ltu lain, tuh temen-temen seangkatan entah kesetanan gk nemuin pempek atau entah apalah snack ternyata ludes bablas abis!! yang tersisa hanya dus.

setelah itu diluar barak hujan mulai turun hingga hujan mulai membesar. jadi kita semua tidak melaksanakan apel malam di lapangan hitam, apel malam itu dilaksanakan di barak. jadi saya dan dua rekan saya selaku piket barak panik bukan main. akhirnya kita melaksanakan total korve* semalam itu hingga pukul 9 malam. semua disisir dari halaman depan hingga WC, di belakang. "jangan sampai ada kotoran sedikit pun, karena jika ada celakalah kita semua!" pikirku saat itu. hingga saatnya tiba sang instruktur datang memeriksa barak dan melaksanakan apel barak. perasaan saat itu sudah tidak enak, karena ada salah satu rekan kami yang ketiduran sehingga dia kena sanksi, dan satu lagi! sang instruktur memberi tahu bahwa di WC ada "snack", dan saya sebagai piket barak beserta dua rekan saya menghadap ke sang instruktur itu. saya menjawab : " maaf pak, itu mungkin snack tadi bekas anak-anak". tapi sang instruktur menyuruh saya memasuki ruangan WC yang paling ujung. disana kita berempat berkumpul, lalu si instruktur (yang saya lupa namanya, maaf pak!) menunjuk ke arah (maaf) liang buang hajat lalu berkata : "itu snacknya!". anjisss!!! sial mengapa tadi aku tidak melihatnya, perasaan tadi udah di seblok sama saya! berbagai hujatan berkecamuk dalam hati, apalagi setelah sang instruktur menyruh mengambil "snack" tersebut dari liang buang hajat tersebut. kita bertiga saling menunjuk tak ada yang mau memulai untuk mengambilnya, lagian setan mana yang mau ngambil "snack" iblis itu! setan tuh manusia yang buang "snack" tapi gak disebor. akhirnya setelah beberapa menit, sang pahlawan itu ada, dia adalah si rohmat, orang sumedang yang melakukan inisiatif pertama mengambilnya. "snack" bedebah itu ada di tangan dia. dan sang instruktur menyuruh membagi tiga "snack" tersebut ke tangan kita masing-masing. setelah itu kita berhadapan dengan seluruh rekan sekompi. dihadapan mereka saya berdiri bersama 2 rekan saya dengan tangan berlumur "snack" iblis itu. "anjing tuh orang yang buang hajat gak disebor!" keluh saya dalam hati. karena rekan saya tidak ada yang mengaku siapa yang buang hajat itu, maka sang instruktur menginstruksikan agar "snack" itu dibagi-bagi kan ke wajah teman-teman saya. dengan senyum miris saya akhirnya instruksi itu saya lakukan, mereka teman-teman saya hanya diam sembari mengkerutkan dahi dan menahan bau "snack" iblis itu karena jika bau itu terasa dan mereka muntah maka sanksi-nya akan lebih berat. semua sudha kebagian "snack" dan akhirnya apel malam selesai. penderitaan selesai tingga cuci tangan dengan sabun, semua merek sabun aku pakai hingga kulumuri tangan ini dengan tanah dan minyak tanah serta bensin. yah aku masih mending daripada teman sebarak saya, mereka membersihkan muka-nya habis-habisan. semalam itu kami semua mengutuk habis-habisan manusia yang buang hajat seenaknya itu. tapi setelah keluar ternyata ada yang lebih parah, yang parah itu adalah unit c, konon katanya "snack" yang tidak diseblok itu berceceran alias (maaf) mencret seperti sereal. entah bagaimana mereka membawanya dan membagi-bagikannya.

*dedikasi untuk teman-teman seangkatan unit A yang sekarang tersebar di Jawa Barat dan di seluruh penjuru Indonesia.

membuka kalender lama di four calendar cafe

suatu hari di jalanan di daerah dipati ukur ada sebuah toko cd bekas terdengar suara musik latar yang terpancar dari speaker - speaker kecil yang tersebar di sudut ruangan yang lumayan cukup luas tersebut. saya sedikit agak mengenal lagu ini terutama dari liriknya ini :

"He loves you more than this
The stars let you know all's right and bright and
He loves you more than this
Ego lets him know that's how much more was gained"
(cocteau twins - appled orange)

dengan sedikit senyum dalam hati lalu aku pun berniat untuk mendatangi toko tersebut, si penjaga toko tersenyum melihat saya ketika memasukinya dan saya menanyakan cd lagu tersebut, saya berdecak kagum ketika dia menyodorkan 2 cd cocteau twins yang memang terbilang rada "rare" tersebut, yang satu album four calendar cafe dan loves easy tears. tanpa banyak basa basi akhirnya ku beli album four calendar cafe itu. tuh album cd keluar sekitar tahun 92-an tapi telinga saya baru pertama kali mendengar sekitar tahun 2002-an gila 10 tahun yang akan datang baru didenger! banyak sekali alasan yang memaksa saya untuk membeli album tersebut, pertama lagu-lagu didalemnya banyak membuat inspirasi saya dalam berimajinasi yang kedua lagu-lagunya merupakan kenangan indah di jaman sma, dimana saya lebih banyak mengeksplor dengan imajinasi saya sendiri dan disana pula saya mulai mengenal musik-musik genre seperti ini, lalu dengan sendirinya saya suka lagu-lagu morrissey, the cure, lightning seeds, the sundays dan se-genre-nya, jadi album ini merupakan personal memory yang auranya seperti membawa saya ke alam masa lalu, sesuai dengan apa kata hati ini, masa-masa terindah adalah masa sma..disana saya banyak belajar tentang segalanya lalu membentuk saya dan hasilnya terasa hingga saat ini. memory itu takkan pernah mati di makan waktu.
"My dreams zoom with us
My tears have run away
Our goal, goal collapsed
Energy of lonesome goal"
(cocteau twins - summerhead)


12 Januari 2009

mendominasi hasrat sang pemenang

adalah manusia yang tersingkirkan disaat orang-orang sibuk memperlihatkan kemenangannya. lalu melupakan segala hal. dibunuh kesunyian. menjadi korban di saat sang pemenang mengaplikasikan kesombongan seperti "manusia unggul" dalam kitab mein kampf. mendistorsi persaudaraan menjadi perang dingin seperti nasib liberal dan komunis pasca perang dunia ke 2. men-delete seribu jasa dan men-save 1 kesalahan menjadi alasan mulut terbungkam dan tidak termaafkan. tersenyum di depan wajah dan amarah di balik hati. membekukan seribu alasan agar tetap bertahan pada status quo dan membiarkan orang mati tersesat bersamamu. padahal dulu kita sama-sama berjuang, tapi zaman merubah karakter kita masing-masing. sekarang aku mati kutu disarang nerakamu. kebodohanku adalah jalan untuk menciptakan lubang buat kuburanku sendiri. aku mungkin kalah dan sangat layak disebut pecundang atau sampah, tapi aku masih menghargai dirimu wahai sang pemenang sebagai guru. penghargaan yang mungkin hanya pantas dicemoohkan oleh sang sekutu. dan dirimu sang pemenang : engkau adalah tiran di dalam imajinasiku

11 Januari 2009

titik kejenuhan yang datang pada saat kesibukan berada di titik maksimum

entah berapa lama kepala ini berpikir dalam pusaran waktu yang menghabisi setiap detik elemen pembangun karakter yang bercokol pada usaha bertahan hidup. dan entah seberapa besar rasa yang menonjol dalam membangun keinginan untuk bertahan hidup dalam pusaran lingkaran seragam, memaksimalkan diri dalam hantaman tugas yang memukul telak. disuapi janji manis yang bukan merupakan suatu tujuan. menyemangati awal dengan pembelajaran diri lalu akhirnya terbiasa, sudah bertahun-tahun melewati masa-masa matahari terbit. bercokol diatas para pemberi petunjuk dan mengatur segala yang harus diatur. dan jika hidup ini berputar seperti roda maka adakalanya hidup jatuh kebawah, menantang arus demi membuang sebuah kejenuhan, manghutangi diri dengan berbagai janji untuk bekal nanti. saat dibawah terdapat lidah yang basah, aku hanya berusaha mengeringkan lidah agar tidak terlalu basah untuk dijilat. keraguan diri lebih besar daripada percaya diri. menciptakan skenario menghilangkan jejak adalah bentuk perlawanan terhadap kesuntukan. jadi untuk sekarang ini bukan kerja tapi isi kepala yang dipenuhi sugesti. ambisi mati. tidak ada keterbukaan diri. satu tempat yang terbiasa dan akhirnya serasa seperti neraka. teralienasi. berkeluh dengan diri sendiri. karena diri terlanjur berlabel miring. dan entahlah dengan yang lain. yang pasti hari ini adalah kejenuhan yang memaksimum. dan kejenuhan ini menari-nari diatas kesibukan. mendoktrinasi karakter. padahal bukan karakter ini yang kuinginkan. hanya kesempatan itu belum terlihat untuk membayar hutang dan kembali menumbuhkan karakter yang telah lama hilang.

08 Januari 2009

munafik teriak munafik...(lagi musim ya?)

menghadapi tantangan yang paling besar yang pernah dihadapi oleh seorang lelaki adalah seorang wanita, terutama sifatnya, karakter yang paling menonjol. watak yang terlihat dan terasa oleh orang-orang di sekitar, terutama teman dan seseorang yang paling disayanginya. wanita mempunyai kelebihan dan (pasti) ada kekurangannya. saya punya temen cewe, dia orangnya cantik hanya krisis percaya diri sehingga hidupnya terlalu memaksakan, ada juga cewe yang cantik dan kaya (yang kaya orang tuanya) tapi arogansinya melebihi kecantikan dan kekayaannya, lalu ada cewe yang biasa-biasa saja dan dia mudah bergaul tapi klepto, ada cewe yang biasa-biasa saja gak terlalu cantik dan tidak terlalu jelek tapi rendah diri, dan lain sebagainya. itulah wanita, sebab semua wanita di dunia ini jika dia diciptakan dengan fisik yang sempurna belum tentu hati dia sesempurna fisiknya juga sebaliknya, jadi apa sih yang harus di sombongkan dari seorang wanita?? sombong karena dia adalah menjadi subyek kekecewaan lalu merasa yang paling benar tanpa melihat fakta yang terjadi, sepertinya introspeksi diri itu menjadi hal yang sangat jarang dilakukan. mengapa sih harus terjadi, mengapa sih harus begini, mengapa itu semua menjadi menyakitkan, coba ambil kesimpulan dari yang telah terjadi, dan pikirkan dengan logis bukan dengan perasaan, segala sebab pasti ada akibat, jika belum puas belah otakmu lalu liat apa isinya. menjaga mulut memang sangat susah, banyak godaannya, dan yang paling saya benci dari seorang wanita adalah kelalaiannya dalam menjaga mulutnya. mulut terkadang lebih berbahaya dari silet lebih tajam dari belati, jadi senjata wanita itu hanya omong kosong. belajarlah menyelidiki tiap masalah, kumpulkan bukti yang otentik lalu paparkan. bukan berteriak munafik tapi mulutnya lebih munafik, berkacalah dari kejadian yang telah terjadi. jika hari ini merasa tenang, belum tentu di kemudian hari akan merasa tenang, siapkan amunisi untuk merasakan kekacauan yang kamu buat sendiri.


*untuk yang merasa : introspeksi kadang paling sulit kita lakukan, tapi apa nggak bisa kita bicarakan dengan terbuka(saling membuka hati kita masing-masing), bukan main tusuk belakang (itu mah cara preman), coba deh liat kebelakang yang pertama kali menebar masalah itu siapa sih? jangan malah itu jadi menebar AIB kamu sendiri.

06 Januari 2009

sakit perut attack!!!!

pukul 9 malam hari terasa hitam dan pekat tepat di depan asrama, belum lagi hujan yang menderu sangat keras menghantam tanah sehingga tampak kebanjiran dan air mengalir kesana kemari. ada satu masalah yang mengganggu pikiran ini, "perut bermasalah!!!" dan WC di ujung sana..gelap berkabut dan dingin menusuk setiap tulang rusuk --garut jam 7 malem aja udah gak ketulungan dinginnya-- mungkin ini efek nasi sayur tempe plus perkedal ditambah kerupuk dengan sambel cengek super lada, lupa diri!!! padahal perut ini lagi kronis-kronis nya! gak ada yang pernah tau kapan kita bakalan mengeluarkan efek dari yang kita makan tadi, yang pasti malam ini sangat menyebalkan, WC yang jauh di ujung sana dan keadaanya yang sangat chaos membuat aku ragu untuk mengeluarkan efek makanan tadi siang, perut melilit setengah mati. akhirnya kutemukan jawabannya, kuambil mp3 player ditambah rokok. akhirnya malam ini terasa nikmat. hujan terus berjalan dan aku bisa "menyetor" dengan tenang di WC chaos itu, di temani lagu-lagu daft punk dan asap dari sebatang rokok djarum super!!

05 Januari 2009

hanya label tanpa ilmu di kepala

disebuah warung makan ada pembicaraan seorang kawan tentang skripsi, pengajuan judul yang gagal, dia adalah rekan kerja yang sedang berkuliah di sekolah hukum, dia bilang jarang masuk tapi nilai IP nya selalu bagus..dan sebentar lagi dia sarjana, menyandang sarjana hukum. namun jika saya melihat orang-orang di sekeliling masih ada saja manusia-manusia bercap titel, jadi kuliah itu hanya piknik sementara tanpa menyerap ilmu, dan terkadang absen pun ngblank, apa yang bisa diambil dari sebuah gelar jadinya? hanya nama ditambah titel namun kepala masih tetap sebuah ruangan kosong. percuma harus lahir para titel tapi ilmunya status quo, tuntutan kah? terkadang saya jadi ingat kuliah saya yang terbengkalai hingga detik ini, hingga harus tersaingi para manusia bertitel tanpa kontribusi, jika harus merasa tertuntut maka saya lebih baik hidup berada di sekeliling tumpukan buku dan para guru, daripada hidup dikelilingi para omong kosong manusia berlabel titel, jika dia adalah cendekiawan yang berilmu, maka bukan label dan titel yang harus ditonjolkan, membuktikan dengan kontribusi ilmu yang telah dia dapatkan adalah tanggung jawab dari titel yang telah dia cantumkan bersama nama, jangan pernah melupakan ilmu padi karena percuma jika arogansi yang ditonjolkan, atau terkadang lupa diri, sehingga menganggap orang-orang sekeliling kita yang tanpa label dan titel hanyalah orang-orang bodoh, itu adalah bukti arogansi dari manusia bertitel dan mereka secara tidak sadar telah menebar muka dengan aib mereka sendiri. jika titelmu bukan sebuah aib, maka buang jauh-jauh label dan titel, buktikan dengan kontribusi.

01 Januari 2009

anthem kebencian untuk lelaki bedebah dan anthem keraguan untuk yang merasa kehilangan

adakalanya setiap orang merasa tersudutkan, ini adalah kisah masalah 3 manusia yang dua saling berkaitan dan yang 1 adalah pihak yang ketempuhan. dan saya disini adalah sebagai pihak yang ketempuhan alias teu nyaho nanaon lalu tiba-tiba dihakimi. ketempuhan karena masalah "sesuatu hal yang amat sangat penting". dan "hal yang amat sangat penting" tersebut telah hilang dicopet oleh lelaki bedebah di masa lalu. mungkin untuk yang memilikinya, dia berpikir bahwa yang "telah hilang" itu tidak penting, itu menurut dia! dan yang saya benci adalah bahwa saya harus berpikir sama pula bahwa hal itu tidak penting! sehingga memaksa saya untuk memuntahkan segala sumpah serapah yang tidak perlu, akan tetapi masih ada hal yang kubenci itu..seorang lelaki mencoba untuk menghubungiku dan dia berkata bahwa dia yang telah menghilangkannya. lelaki iblis bedabah sialan yang datang tiba-tiba menghubungiku disiang bolong ditengah kesibukan pekerjaan, bak seorang yang merasa ingin "bertanggung jawab" atas "kehilangan" itu berbicara seperti waria dengan plot pembicaraan yang tidak terarah, yang membuat kebencian ini semakin bertambah dan bertambah. tidak ada penjelasan ataupun perkataan maaf yang terlontar. anjing mana yang mau mengakui kesalahan lalu datang kehadapanku dan meminta maaf? anjing itu adalah lelaki itu. keangkuhan si lelaki dengan mengumbar fakta hasil dari konspirasinya demi mencapai satu tujuan ambisi bedebah. sehingga subyek kebencian ini bertambah pada "seseorang yang kehilangan" itu. ternyata kebodohan dibalik kebodohan mereka pegang, ketololan dibalik ketololan mereka makan dan mereka jadikan amunisi untuk menyerang saya. "seseorang yang merasa kehilangan" tersebut menyerang saya dengan alibi kampungannya. jangan pernah menipu kepada manusia yang telah sering ditipu!! --apalagi manusia tersebut terus mempelajari kesalahannya-- saya menjadi yang teraniaya dan saya pun diserang dari dua arah, yang satu si lelaki bedebah yang hingga kini telah menghilang, dan yang satu lagi adalah "seseorang yang kehilangan" yang menuntut saya pada hal yang tidak logis. aku bisa menerima penyerangan itu. dan balasan saya adalah kebencian, kebencian yang datang dari rasa sakit. kebencian yang akhirnya berujung kepada ketidakpercayaan. selama ini ternyata hanya ada dusta. dia bersembunyi di balik dusta dan si lelaki bedebah bersembunyi di balik "kebertanggung jawaban atas kehilangan". persetan dengan semuanya. jangan salahkan saya jika hingga detik ini rasa ragu dan ketidakpercayaan ini masih membeku menjadi batu di pikiran, hati dan perasaan. virus dusta itu akhirnya menyebar di setiap darah dan daging lalu menjadi sakit yang kronis dan aku butuh obat. sedangkan obat itu tidak pernah aku temui.


*untuk sekali lagi saya minta maaf pada lelaki bedebah karena anda memang bedebah (knp anda beraninya di telpon!) dan maaf yang kedua saya adalah kepada orang yang "merasa kehilangan", maaf jikalau hingga detik ini, hingga dirimu membaca blog ini aku masih tetap tidak percaya, maafkan aku! tapi bukan berarti aku bakalan menghilang dari duniamu dan terus terlelap didalam ketidakpercayaan, jika kepercayaan itu mulai bersinar lagi di hatimu, maka kepercayaan juga akan bersinar pula didalam tubuh ini.