15 Januari 2009

sepenggal cerita jaman pendidikan (bag.1)


dulu sekitar tahun 2004-an tepatnya di suatu tempat pendidikan yang berlokasi di cisarua lembang, saya di didik untuk menjadi sekarang ini. ada sedikit kenangan dari kompi A yang hingga kini saya (dan mungkin untuk semua teman-teman seangkatan di kompi A) ingat terus dan tidak pernah terlupakan. cerita itu dimulai ketika barak kami melaksanakan pengajian bersama karena kami mengadakan syukuran dalam rangka ada teman sekompi berulang tahun, dan kebetulan saat itu saya adalah piket barak bersama 2 rekan saya yang bernama rohmat dan eris. kita disibukkan untuk mempersiapkan segalanya mulai dari kebersihan di dalam barak hingga mempersiapkan untuk snack untuk anak-anak. dan snack yang mungkin menurut saya itu adalah snack teraneh karena di dalamnya memuat makan-makanan yang mengandung lada mulai dari gorengan combro yang isinya sangat pedas hingga pempek super lada.

waktu sudah mulai malam hari dan kami pun solat berjamaah di barak setelah itu pengajian bersama pun dimulai dan setalah itu (seperti biasa) yang ditunggu-tunggu anak-anak..makan-makan, kita menyiapkan makanan emang agak overdosis, ada sekitar 7 dus yang isi tiap dusnya tuh sekitar 20 bungkus berarti totalnya ada 140 bungkus snack! sedangkan jumlah kita hanya 90 orang, saya hanya berpikir takut tidak habis. akan tetapi cerita ltu lain, tuh temen-temen seangkatan entah kesetanan gk nemuin pempek atau entah apalah snack ternyata ludes bablas abis!! yang tersisa hanya dus.

setelah itu diluar barak hujan mulai turun hingga hujan mulai membesar. jadi kita semua tidak melaksanakan apel malam di lapangan hitam, apel malam itu dilaksanakan di barak. jadi saya dan dua rekan saya selaku piket barak panik bukan main. akhirnya kita melaksanakan total korve* semalam itu hingga pukul 9 malam. semua disisir dari halaman depan hingga WC, di belakang. "jangan sampai ada kotoran sedikit pun, karena jika ada celakalah kita semua!" pikirku saat itu. hingga saatnya tiba sang instruktur datang memeriksa barak dan melaksanakan apel barak. perasaan saat itu sudah tidak enak, karena ada salah satu rekan kami yang ketiduran sehingga dia kena sanksi, dan satu lagi! sang instruktur memberi tahu bahwa di WC ada "snack", dan saya sebagai piket barak beserta dua rekan saya menghadap ke sang instruktur itu. saya menjawab : " maaf pak, itu mungkin snack tadi bekas anak-anak". tapi sang instruktur menyuruh saya memasuki ruangan WC yang paling ujung. disana kita berempat berkumpul, lalu si instruktur (yang saya lupa namanya, maaf pak!) menunjuk ke arah (maaf) liang buang hajat lalu berkata : "itu snacknya!". anjisss!!! sial mengapa tadi aku tidak melihatnya, perasaan tadi udah di seblok sama saya! berbagai hujatan berkecamuk dalam hati, apalagi setelah sang instruktur menyruh mengambil "snack" tersebut dari liang buang hajat tersebut. kita bertiga saling menunjuk tak ada yang mau memulai untuk mengambilnya, lagian setan mana yang mau ngambil "snack" iblis itu! setan tuh manusia yang buang "snack" tapi gak disebor. akhirnya setelah beberapa menit, sang pahlawan itu ada, dia adalah si rohmat, orang sumedang yang melakukan inisiatif pertama mengambilnya. "snack" bedebah itu ada di tangan dia. dan sang instruktur menyuruh membagi tiga "snack" tersebut ke tangan kita masing-masing. setelah itu kita berhadapan dengan seluruh rekan sekompi. dihadapan mereka saya berdiri bersama 2 rekan saya dengan tangan berlumur "snack" iblis itu. "anjing tuh orang yang buang hajat gak disebor!" keluh saya dalam hati. karena rekan saya tidak ada yang mengaku siapa yang buang hajat itu, maka sang instruktur menginstruksikan agar "snack" itu dibagi-bagi kan ke wajah teman-teman saya. dengan senyum miris saya akhirnya instruksi itu saya lakukan, mereka teman-teman saya hanya diam sembari mengkerutkan dahi dan menahan bau "snack" iblis itu karena jika bau itu terasa dan mereka muntah maka sanksi-nya akan lebih berat. semua sudha kebagian "snack" dan akhirnya apel malam selesai. penderitaan selesai tingga cuci tangan dengan sabun, semua merek sabun aku pakai hingga kulumuri tangan ini dengan tanah dan minyak tanah serta bensin. yah aku masih mending daripada teman sebarak saya, mereka membersihkan muka-nya habis-habisan. semalam itu kami semua mengutuk habis-habisan manusia yang buang hajat seenaknya itu. tapi setelah keluar ternyata ada yang lebih parah, yang parah itu adalah unit c, konon katanya "snack" yang tidak diseblok itu berceceran alias (maaf) mencret seperti sereal. entah bagaimana mereka membawanya dan membagi-bagikannya.

*dedikasi untuk teman-teman seangkatan unit A yang sekarang tersebar di Jawa Barat dan di seluruh penjuru Indonesia.

2 komentar:

Anonim mengatakan...

hanya satu kata:

NJRIT!

Ui bjok mengatakan...

hahahaha...
jijik banget
hueeekkkk....
merinding bacanya juga
ga kebayang.
itu kan ee... Ihhh