entah berapa lama kepala ini berpikir dalam pusaran waktu yang menghabisi setiap detik elemen pembangun karakter yang bercokol pada usaha bertahan hidup. dan entah seberapa besar rasa yang menonjol dalam membangun keinginan untuk bertahan hidup dalam pusaran lingkaran seragam, memaksimalkan diri dalam hantaman tugas yang memukul telak. disuapi janji manis yang bukan merupakan suatu tujuan. menyemangati awal dengan pembelajaran diri lalu akhirnya terbiasa, sudah bertahun-tahun melewati masa-masa matahari terbit. bercokol diatas para pemberi petunjuk dan mengatur segala yang harus diatur. dan jika hidup ini berputar seperti roda maka adakalanya hidup jatuh kebawah, menantang arus demi membuang sebuah kejenuhan, manghutangi diri dengan berbagai janji untuk bekal nanti. saat dibawah terdapat lidah yang basah, aku hanya berusaha mengeringkan lidah agar tidak terlalu basah untuk dijilat. keraguan diri lebih besar daripada percaya diri. menciptakan skenario menghilangkan jejak adalah bentuk perlawanan terhadap kesuntukan. jadi untuk sekarang ini bukan kerja tapi isi kepala yang dipenuhi sugesti. ambisi mati. tidak ada keterbukaan diri. satu tempat yang terbiasa dan akhirnya serasa seperti neraka. teralienasi. berkeluh dengan diri sendiri. karena diri terlanjur berlabel miring. dan entahlah dengan yang lain. yang pasti hari ini adalah kejenuhan yang memaksimum. dan kejenuhan ini menari-nari diatas kesibukan. mendoktrinasi karakter. padahal bukan karakter ini yang kuinginkan. hanya kesempatan itu belum terlihat untuk membayar hutang dan kembali menumbuhkan karakter yang telah lama hilang.
Ulasan Konser – Arctic Monkeys, O2 Arena London, 10 September 2018
7 tahun yang lalu

Tidak ada komentar:
Posting Komentar