01 Januari 2009

anthem kebencian untuk lelaki bedebah dan anthem keraguan untuk yang merasa kehilangan

adakalanya setiap orang merasa tersudutkan, ini adalah kisah masalah 3 manusia yang dua saling berkaitan dan yang 1 adalah pihak yang ketempuhan. dan saya disini adalah sebagai pihak yang ketempuhan alias teu nyaho nanaon lalu tiba-tiba dihakimi. ketempuhan karena masalah "sesuatu hal yang amat sangat penting". dan "hal yang amat sangat penting" tersebut telah hilang dicopet oleh lelaki bedebah di masa lalu. mungkin untuk yang memilikinya, dia berpikir bahwa yang "telah hilang" itu tidak penting, itu menurut dia! dan yang saya benci adalah bahwa saya harus berpikir sama pula bahwa hal itu tidak penting! sehingga memaksa saya untuk memuntahkan segala sumpah serapah yang tidak perlu, akan tetapi masih ada hal yang kubenci itu..seorang lelaki mencoba untuk menghubungiku dan dia berkata bahwa dia yang telah menghilangkannya. lelaki iblis bedabah sialan yang datang tiba-tiba menghubungiku disiang bolong ditengah kesibukan pekerjaan, bak seorang yang merasa ingin "bertanggung jawab" atas "kehilangan" itu berbicara seperti waria dengan plot pembicaraan yang tidak terarah, yang membuat kebencian ini semakin bertambah dan bertambah. tidak ada penjelasan ataupun perkataan maaf yang terlontar. anjing mana yang mau mengakui kesalahan lalu datang kehadapanku dan meminta maaf? anjing itu adalah lelaki itu. keangkuhan si lelaki dengan mengumbar fakta hasil dari konspirasinya demi mencapai satu tujuan ambisi bedebah. sehingga subyek kebencian ini bertambah pada "seseorang yang kehilangan" itu. ternyata kebodohan dibalik kebodohan mereka pegang, ketololan dibalik ketololan mereka makan dan mereka jadikan amunisi untuk menyerang saya. "seseorang yang merasa kehilangan" tersebut menyerang saya dengan alibi kampungannya. jangan pernah menipu kepada manusia yang telah sering ditipu!! --apalagi manusia tersebut terus mempelajari kesalahannya-- saya menjadi yang teraniaya dan saya pun diserang dari dua arah, yang satu si lelaki bedebah yang hingga kini telah menghilang, dan yang satu lagi adalah "seseorang yang kehilangan" yang menuntut saya pada hal yang tidak logis. aku bisa menerima penyerangan itu. dan balasan saya adalah kebencian, kebencian yang datang dari rasa sakit. kebencian yang akhirnya berujung kepada ketidakpercayaan. selama ini ternyata hanya ada dusta. dia bersembunyi di balik dusta dan si lelaki bedebah bersembunyi di balik "kebertanggung jawaban atas kehilangan". persetan dengan semuanya. jangan salahkan saya jika hingga detik ini rasa ragu dan ketidakpercayaan ini masih membeku menjadi batu di pikiran, hati dan perasaan. virus dusta itu akhirnya menyebar di setiap darah dan daging lalu menjadi sakit yang kronis dan aku butuh obat. sedangkan obat itu tidak pernah aku temui.


*untuk sekali lagi saya minta maaf pada lelaki bedebah karena anda memang bedebah (knp anda beraninya di telpon!) dan maaf yang kedua saya adalah kepada orang yang "merasa kehilangan", maaf jikalau hingga detik ini, hingga dirimu membaca blog ini aku masih tetap tidak percaya, maafkan aku! tapi bukan berarti aku bakalan menghilang dari duniamu dan terus terlelap didalam ketidakpercayaan, jika kepercayaan itu mulai bersinar lagi di hatimu, maka kepercayaan juga akan bersinar pula didalam tubuh ini.

1 komentar:

Ui bjok mengatakan...

1 kali baca... ga ngerti
2 kali baca... bingung
3 kali baca... rudet
4 kali baca... niat nge-comment
bentar yah baca sekali lagi...

T_T