28 Januari 2009

menyimak dark night (batman)

ini bukan sebuah review movie hanya ketika saya menonton film ini yang diawali dengan pikiran sinis, karena yang tersirat adalah : kebosanan!
but as the matter of fact, saya cukup terkesima atas sisi kebenaran yang terdapat dalam film ini, dan saya jadi teringat dengan tulisan saya yang sebelumnya tentang membaca karakter yang juga ada dalam jalan cerita ini. sisi manusia memang tidak bisa ditebak bagaimana mungkin seorang pengacara yang menjadi pahlawan di gotham city dengan memenjarakan seluruh mafia akhirnya bisa menjadi sosok penjahat oleh ulah sang penjahat sesungguhnya yaitu joker sang musuh abadi batman. akan tetapi si joker ini membukakan "kebenaran" dari kekacauan yang sesungguhnya lebih memegang nilai-nilai arti loyalitas terhadap kekacauan yang sesungguhnya dari tujuan dirinya sendiri. begitu juga batman sang superhero yang bersembunyi di balik topeng demi membela sebuah kebenaran yang tentunya untuk menjaga loyalitas dirinya terhadap kebenaran dengan bersih. disini mata saya terlihat terhadap kebenaran dan kejahatan yang nyata. batman memperjuangkan kebenaran tanpa pamrih dan jasa oleh sebab itu bruce wayne bersembunyi di balik topengnya sedangkan joker sang pengacau adalah sosok penjahat sejati tanpa pamrih yang tujuannya membuat kekacauan sebanyak-banyaknya. tapi satu hal yang saya salut dari si joker ini, yaitu dia berhasil membuat si pahlawan pengacara gotham menjadi penjahat dan satu lagi saat dia membakar uang hasil pembagiannya dengan raja mafia gotham dan dia berkata : "saya tidak butuh uang tapi saya punya satu tujuan yaitu mengacaukan kota gotham city". jadi sang penjahat sejati dan sang kebenaran sejati hanya satu tujuannya yaitu tercapainya tujuannya itu bukan karena hal yang lain yaitu uang.
salut untuk film the dark night.

Tidak ada komentar: