17 Desember 2009

tongkat marathon


tyran ini ibarat tongkat marathon yang di-estafetkan dari satu tangan kekuasaan ke jenis kekuasaan lain yang bersembunyi di balik atas nama kebenaran dan keadilan sehingga sedikit demi sedikit kita bisa melihat semuanya menjadi yang paling tidak benar lalu semuanya ngotot karena merasa menjadi yang paling benar. tentunya pada saat ini adalah salah untuk menjadi benar, yang benar secara sejati adalah bagaimana caranya agar bisa menjadi bajingan tanpa perlu terlihat seperti seorang bajingan. 

15 Desember 2009

kamu adalah remote yang hilang

percuma nyuruh kepada remote yang tidak teridentifikasi keadaannya.
ruangan ini akan tetap menjadi dingin dan setiap orang akan tetap pada jalur dan keadaannya masing-masing, dan kamu masih terus berharap agar semua orang bisa seperti di dalam pikiranmu sehingga aku bisa sedikit bangga dengan skeptis yang berlebihan bahwa kamu adalah yang terbaik dari sesuatu hal yang konyol

berinspirasi dalam kebencian

waktu ketika mengantarkan saya pada suatu keadaan yang berubah serta menuntun kepada pola hidup yang baru otomatis mengantarkan saya pada cara yang baru pula ditambah kesibukan-kesibukan yang malah saya sendiri tidak begitu peduli. semenjak masa transisi ditambah masa-masa suram, masa-masa disaat saya merasa di hujani kebencian dan penghakiman massal disaat ini juga saya merasa masa menanti kebahagiaan yang sedang menanti hitungan mundurnya. segala pikiran dan persiapan untuk hal itu terus terpikirkan belum lagi ruang di kepala ini yang habis temnpatnya oleh rutinitas pekerjaan yang baru dan akhirnya saya merasa kehilangan. kesibukan membuat saya malas berteman dengan imajinasi. dan rasa malas membuat saya membisu seribu bahasa dan intinya sekarang saya berteman dengan rasa malas bahkan membaca pun jadi jarang. akan tetapi keadaan menuntun saya pada media yang mengajarkan saya bagaimana untuk membenci. lupakan cerita indah mu tentang kedamaian, lupakan imajinasi yang bisa membawa mu pada kedamaian menulis, lupakan hitungan mundurmu tentang menanti kebahagian, sekarang waktunya transisi. bagaimana mengajarkan kepicikan ini agar bisa berinspirasi dan menulis dalam kebencian dan masuk dalam kerumunan manusia-manusia berwajah damai dengan isi kepala tentang kebencian

05 Desember 2009

digital shades vol 1


pernah suatu malam saya setel CD digital shades vol 1 nya M83 hanya untuk relaksasi pikiran sebab saat itu keping CD dan lagu-lagu tersebut adalah salah satu album yang musik-musik di dalamnya bisa saya acuhkan. namun setelah beberapa saat mendengarkan dengan enjoy lantas emosi dan naluri saya berubah drastis, jika orang-orang memuja-muja "before the dawn heals us" sekarang saya baru tau, ternyata mereka salah. cinematic atau electronic avant garde dan bahkan lebih ambient dari kumpulan lagu-lagu nya brian eno. disini sangat tertata rapih seakan seperti terbang bersama pesawat unidentified flying object atau mencoba untuk terdampar di planet merkurius maka digital shades vol 1 adalah backsound nya. exploring music yang perfect, revolusi yang sangat sempurna dari anthony gonzales dan album sebelumnya yang orang-orang banyak memiliki CD nya (before the dawn heals us), seperti thom york yang mencoba untuk memainkan lagu-lagu country folk di hadapan para penggemarnya, namun tetap fresh dengan tidak meninggalkan ciri khasnya.

"Sister (Part 1)" is a transitory track, providing a bridge to another ethereal phase of soundscapes and galactic mysticism. "Sister (Part 2)" sounds like a downtempo Nine Inch Nails tune that never gets all the way off the ground. The album's closing track, "Highest Journey," is an exquisite crescendo that encapsulates the mood of the album replete with backing vocals, heavy, driving otherworldly synths and even a little sprawling guitar work approaching a nonexistent peak before subsiding to an austere piano outro that fades towards a black hole. Gonzalez has the ability to bend time and make 36 minutes stretch on for days. Shoegazing hasn’t been this enjoyable in awhile.

1. "Waves, Waves, Waves" 2:32
2. "Coloring the Void" 3:29
3. "Sister (Part I)" 2:16
4. "Strong and Wasted" 1:58
5. "My Own Strange Path" 3:49
6. "Dancing Mountains" 5:07
7. "Sister (Part II)" 2:23
8. "By the Kiss" 4:03
9. "Space Fertilizer" 2:00
10. "The Highest Journey"

16 November 2009

reflection of my life [finally akhirnya pindah juga]


I'm changing, arranging, I'm changing 
I'm changing everything, ah, everything around me

The world is a bad place, a bad place
A terrible 
place to live, oh, but I don't wanna die

All my sorrows, sad tomorrows
Take me back, to my old home 
All my cryings, feel I'm dying, dying
Take me back to my old home


* its been 5 fuckin years and i have move away from the old place to the new place...thanks GOD! 

26 Oktober 2009

tidak ada yang istimewa di kingdom of rust

Entah apa yang mereka lakukan selama 4 tahun lebih bermeditasi mencari inspirasi untuk album baru mereka kelak, sebab setelah mereka mengeluarkan single teranyar mereka di tahun 2009 ini (sejujurnya) saya sedikit disappointed dan skeptis. rekonstruksi lagu di album baru ini yang membuat saya bingung untuk membedakan antara doves dengan elbow. sebab di kingdom of rust ini jangan berharap kamu akan menemukan nada-nada specialisasi ala sang gitaris jez williams seperti reprise or firesuits di album pertama mereka (lost soul) atau sedikit campuran rock epic melancholy ala far from grace atau words dan snowden, jangan berharap bisa mendengar dark pop khasnya doves layaknya lagu "a house" di album lost souls namun saya bisa sedikit terhibur dengan lagu kingdom of rust dan mungkin ini adalah nyawa di album teranyar mereka dan membuat saya sedikit mengerti mengapa mereka harus memberikan materi baru yang sedikit "buta" bagi saya. dan gairah itu saya temukan di "jetstream" lagu cover new order ini bahkan lebih menggigit dibanding jetstream versi new ordernya. Di winter hill, The Greatest Denier dan house of mirrors masih terlihat normal dan bisa sedikit menyentuh jiwa sebab sisanya ibarat sebuah pecahan kaca, kenikmatannya tercecer tidak beratur, pengharapan untuk mendambakan sedikit sentuhan epic experimantal sampler yang di mix di dalam satu lagu yang ajaib pupus sudah. semoga di album single mereka mendatang mereka tidak membuat "experiment" yang unidentifed yang hanya cocok di jadikan hiasan CD, i hope no! coz saya tidak mau kehilangan jiwa doves yang asli. kecocokan antara jimi goodwin mengolah vokal khas paraunya dengan sentuhan epic symphony kocokan guitar ala jez williams sehingga bisa membuat andy williams diam sejenak untuk berinspirasi dengan ketukannya. so, voting dari hati nurani saya tetap album lost side lah yang terbaik dari album doves yang lainnya!
"Previous albums never quite lived up to the band's facility for knockout singles, but this one holds the attention. There's a dreamy, addictive sadness to proceedings, their customary gruff melancholy now inflated to match the panoramic setting." (the observer)

track listing :
  1. "Jetstream" – 5:30
  2. "Kingdom of Rust" – 5:11
  3. "The Outsiders" – 3:28
  4. "Winter Hill" – 5:18
  5. "10:03" – 4:04
  6. "The Greatest Denier" – 3:59
  7. "Birds Flew Backwards" – 2:51
  8. "Spellbound" – 5:39
  9. "Compulsion" – 5:14
  10. "House of Mirrors" – 4:20
  11. "Lifelines" – 4:26

discography album :

1. Lost Soul (April, 2000)
2. The Last Broadcast (April, 2002)
3. Lost Side (March, 2004)
4. Some Cities (February, 2005)
5. Kingdom of Rust (April, 2009)

16 September 2009

antara aib dan kebusukan

Batasan antara aib, kelalaian dan hal yang bathil memang tipis, namun hal yang paling penting adalah bagaimana ketika kita dihadapkan pada suatu pembatas disaat pemikiran itu timbul ke permukaan dari alam pikiran kita. Pemikiran itu adalah hasil sumber daya bisa dari bacaan atau realita dan fakta lapangan, disini bukannya saya ingin menjadi personal yang sok suci atau munafik, memang manusiawi jika saya merasa hal itu tapi jika ada hal yang tidak sesuai dengan pemikiran saya lalu saya menumpahkannya pada tinta Microsoft di layar kaca, dan bukan karena saya sok vokal tapi karena memang kenyataan realistis nya seperti itu, dan kalau saya diam saja berarti saya bodoh atau idiot atau berbagai macam kata serapan yang sejenisnya, but letak kebodohan saya hanya satu : yaitu di saat saya terlalu sering di puji dan di sanjung lalu terbuai dan akhirnya jatuh lupa akan saran teman dan kawan, bahkan terkadang bisa arogan atau naik pitam jika kritik itu mensubjektifitas kita dan akhirnya mengeluarkan statement yang mengahikimi dan menstigmatisasi seseorang yang mensubjek kritikan itu kepadanya namun di mata saya mungkin orang itu salah mempersepsikannya karena hawa nafsu, sebab hawa nafsu bisa merubah watak seorang yang baik menjadi buruk sehingga dirinya menciptakan statement yang logis karena tanpa analisis, hanya langsung keluar disaat moment itu masih berlangsung, mungkin bisa juga saya bodoh karena saya salah menempatkannya, tapi bagaimana bisa membuka forum kalau statement itu berupa bacot tulisan yang nyerocos secara tiba tanpa analisis yang logis dan masuk akal yang bisa saya terima sehingga saya mau lebih mengesampingkan harga diri saya dan saya bisa lebih manusiawi untuk menerima sedikit kekeliruan ini demi jalannya kerja sama ini. Setahu saya kita semua dilahirkan dari kebodohan kita semua dilahirkan dari ketidak tahuan, maka dari itu sedkit pelajaran yang paling berharga yang terkadang tidak pernah kita sadari adalah kejadian dari kehidupan kita sehari-hari dari hal yang sepele, dari hal yang terkadang tidak sesuai dan sejalan dengan diri kita. Saya sebagai seorang aparat yang dilahirkan di jaman reformasi ini dan tepat di saat institusi hukum ini memiliki hak otonomi di bawah presiden langsung maka kehidupan lembaga ini otomatis berubah dan saya yang ada didalamnya pun harus mengikuti alur jalan tersebut, mau tidak mau saya harus mengikutinya..namun hal itu terkadang terganjal olah masalah yang ada di dalamnya sendiri. Memang budaya sudah mendarah daging sehingga “penyakit kronis” ini yang orang-orang lebih senang menutup-nutupinya membuat lembaga ini sedikit pincang, pasca reformasi birokrasi yang sedang di jalani oleh pimpinan utama (kapolri) dan hal ini sangatlah bermanfaat (dibandingkan dengan institusi yang lain), sedikit demi sedikit sudah mulai terlihat perubahan walaupun terkadang ada “batu sandungan dan batu kerikil”. Dan selama 5 tahun saya mengabdi satu hal yang membuat saya bangga dengan institusi saya, yaitu Institusi ini selalu berdiri tegak walau banyak cobaan datang, mulai dari problem intern dan masalah nontekhnis lainnya yang banyak menimbulkan opini buruk pada masyarakat serta menjawab semua kritikan media dan personal dengan sikap dan tindakan yang arif bukan dengan jawaban yang menjudge atau menjatuhkan atau bahkan menuntut balik si pengkritik, itulah satu hal keistimewaannya terutama dalam menjalani masa pemerintahan demokratis ini. Memberikan bukti perubahan yang lebih realistis serta pelayanan yang lebih efisien juga tranparansi dan penambahan sarana, sehingga tidak sia-sia anggaran untuk institusi ini yang setiap tahunnya selalu dianggarkan, yang hasil anggaran ini diambil dari pendapatan hasil pajak dari rakyat Indonesia dan juga saya dapatkan setiap bulannya, itu membuat materi yang saya makan ini menjadi lebih manfaat karena apa yang dilakukan ini semata-mata karena demi mengabdi dengan jujur dan ikhlas (walaupun terkadang hal itu sangatlah sulit) sehingga materi yang kita dapatkan ini barokah karena ini bukan uang hasil yang bathil sehingga rakyat ikhlas membayar kita setiap tahunnya lewat pajak bumi dan bangunan. Serta terus berupaya mengubah opini buruk masyarakat serta rahasia yang tidak umum lagi yang kesannya negatif terhadap korps ini, jujur saja dari hati saya yang paling dalam sebetulnya saya tidak rela institusi ini di lecehkan atau bahkan di hina dan diinjak-injak oleh oknum masyarakat dan oknum dari dalam itu sendiri yang berusaha untuk menjatuhkan, namun saya bisa cukup jeli untuk memilah dan memilih antara wacana yang mangandung kritikan dan kalimat yang berbau menjatuhkan, saya banyak belajar dari media cetak dan cyber serta televisi, juga masyarakat di sekitar saya. Tapi apakah karena saya melakukan otokritik terhadap institusi saya ini sehingga saya disetarakan dan sehina oknum aparat yang melakukan pemeresan terhadap masyarakat? Atau disamakan dengan seorang oknum anggota yang suka mabuk-mabukkan dan tukang maen cewek? Atau mungkin saya cukup aneh untuk melakukan hal itu…Sungguh konyol, padahal otokritik ini sama saja dengan upaya untuk membangun mental saya dan yang membaca, sangguh tragis kalau hal itu dipandang sebagai hal yang menjatuhkan, padahal kita hidup di jaman reformasi dengan hawa politik yang demokrasi, bukan hidup di negeri komunis atau jaman orde baru. Sesuatu hal yang dimana saya bisa belajar lebih banyak bagaimana cara menyampaikan kalimat yang tidak arogan dimana kita tidak di tololkan dan dibutakan kebudayaan lama institusi ini atau bahkan lebih buruk lagi : menciptakan cerita imajinasi yang muluk sehingga terlihat seperti lawakan halusinasi tantangan yang sebenarnya adalah bagaimana mancari jawaban yang lebih bijak dan ini sama saja kita belajar membaca watak seseorang, membaca keadaan dan menilai potensi negosiasi dan bahasa diri kita sendiri. Setiap orang berhak untuk mengeluarkan pemikirannya dan itu di lindungi oleh undang-undang asal tidak diluar fakta dan realita serta tidka menjurus ke penghinaan, tidak ada seorang pun yang boleh dibungkam oleh kita. Karena ini bukan jamannya, dan ini juga merupakan tantangan baru untuk kita semua. Tantangan antara lebih baik manutupi aib diri kita sendiri dan kawan kita atau menutupi kebusukan yang ada di sekitar kita, disanalah saya mengerti mana yang mamang harus dijaga rahasianya dan mana yang harus dibongkar.

11 Agustus 2009

strangers

Found a message in the sand
It read 'just do the best you can'
This world's not how I planned
You're on your own

No one can hear you
They're just talking all the time
There's the world and you're outside
Your home's hard to find

Worn down by strangers
All you need's a friend
You've been worn down by strangers
This is not the end

Guess it's hard to settle down
When love's been spread all around the town
I'm no stranger to this room
My highs just serve to bring me down
I hope to change now
From a sorry state of mind.
I had hoped for heart to heart
My heart's hard to find

Worn down by strangers
All you need's a friend
You've been worn down by strangers
This is not the end

Worn down by strangers
All you need's a friend
You've been worn down by strangers
All you need's a friend
By strangers


This is the end.


*beautiful words by james

08 Agustus 2009

thank you for a stupid conversation about a silly job

ada seorang paruh baya bercakap dengan saya tentang pekerjaan. si orang itu mencari nafkah di suatu institusi negara yang tidak perlu disebutkan namanya dan dia bangga sedangkan saya mengaku sebagai seorang mahasiswa. pas di pertengahan pembicaraan tiba-tiba pembicaraan itu berbelok dari sebuah kebanggaan menjadi sarkasme, oh thats sucks! apalagi setelah dia bilang katanya korps baju coklat adalah institusi paling korup di negeri ini dan paling gampang di suap, ok saya bisa terima itu dan memang bisa di bilang fakta. "but, apakah hanya korps baju coklat saja? bagaimana dengan institusi yang lain? bagaimana dengan pekerjaan yang lain, bagaimana dengan perusahaan BUMN yang lain? bagaimana pak?" dia terdiam dan hendak memotong pembicaraan dengan memulai basa basi busuk yang murahan. lalu saya pun mengeluarkan statement sarkasme yang tidak jauh dengan yang dia inginkan : jadi menurut saya begini yah, di sini (di negeri ini) we just play the ball mengikuti permainan yang berlaku, mana ada institusi yang bener2 bisa murni dia bersih dari kuropsi? coba lihat departemen agama, dari sekian juta manusia indonesia yang ke arab untuk naik haji dari tahun ke tahun yang selalu naik jumlahnya dari tahun ke tahun, hasilnya mana? tetep aja rakyat kita di arab tidur ber-atap-kan tenda coba liat tetangga kita malaysia yang konon di arab sudah buat gedung khusus untuk para haji malaysia. terus coba liat dunia pendidikan di negeri kita yang konyol yang hobinya membuat horror bagi para siswa di hari pas ujian akhir sekolah, departemen pendidikan membuat ujian akhir sekolah bak tirani yang siap-siap mencari tumbal untuk kelulusan, belum lagi privatisasi pendidikan yang membuat pendidikan menjadi ajang bisnis, menjadikan pahlawan tanpa tanda jasa hanya sebuah jargon pada masa kini. masih banyak orang yang belum mampu meneruskan sekolahnya hingga jenjang yang lebih pantas. belum lagi masalah bea siswa yang sangat konyol, bea siswa untuk para orang-orang mampu setelah mereka memakan habis bea siswa itu hingga perut mereka membuncit lalu membelot dan bekerja di negara lain. berbicara tentang pahlawan pendidikan, jadi pahlawan sejati itu hanya ada di daerah-daerah terpencil yang tempat mengajarnya sudah reyod atau mereka yang tidak pernah lelah akan waktu dan materi. and what a stupid system again in this country? buat KTP yang berbelit-belit, makanya gak aneh kalau orang-orang didalamnya juga selalu membelit. belum lagi kasus korup di lembaga-lembaga lain dan sebagainya hingga saya muak membuat list kesalahannya dan tuh kan...saya jadi ngomongin orang lain.
masih mending kerja di tempat institusi yang sering dikritik dan dihina di koran atau mulut-mulut orang sok tau daripada dapet duit dari tempat kerja yang sok suci. jadi intinya mas..gak usah ngomongin masalah sampah kaya gini kalau memang negeri transisi seperti ini belum sepenuhnya reformasi, apalagi reformasi birokrasi di negeri ini masih jalan di tempat.
liat dulu baju kamu kotor tidak? atau jangan-jangan berlumur sampah seperti saya? iya seperti saya..are you happy now?
kita hanya mengikuti permainannya, follow the rule and make a plan. jika sesuai dengan hati nurani maka jalani, jika tidak maka ikuti hati nurani anda, atau mungkin berminat menjadi seorang stauffenberg dengan cara yang lebih diplomatis? why not if doing for the truth.

05 Agustus 2009

preman oh preman

hak asasi sangat perlu diterapkan pada negara-negara beradab, negara yang katanya memiliki aturan hukum yang sangat adil dan itu harus diterapkan, begitu juga aturan-aturan hukum yang mengatur tentang hak asasi itu sendiri agar tidak ada aparat negara yang bertindak sewenang-wenang. namun terkadang keadaan di lapangan tidak "sejalan" dengan aturan tersebut, biasalah namanya juga aturan, bahkan ada orang yang bilang bahwa aturan diciptakan untuk dilanggar, oke bolehlah...saya setuju dgn hal itu, bagaimana jika saya melanggar aturan tentang hak asasi manusia..tapi, ini untuk para preman.
preman menurut wikipedia yaitu Premanisme (berasal dari kata bahasa Belanda vrijman = orang bebas, merdeka dan isme = aliran) adalah sebutan pejoratif yang sering digunakan untuk merujuk kepada kegiatan sekelompok orang yang mendapatkan penghasilannya terutama dari pemerasan kelompok masyarakat lain.
ini menurut wikipedia lagi :

Fenomena preman di Indonesia mulai berkembang pada saat ekonomi semakin sulit dan angka pengangguran semakin tinggi. Akibatnya kelompok masyarakat usia kerja mulai mencari cara untuk mendapatkan penghasilan, biasanya melalui pemerasan dalam bentuk penyediaan jasa yang sebenarnya tidak dibutuhkan.

Contoh:

  • Preman di terminal bus yang memungut pungutan liar dari supir-supir, yang bila ditolak akan berpengaruh terhadap keselamatan supir dan kendaraannya yang melewati terminal.
  • Preman di pasar yang memungut pungutan liar dari lapak-lapak kakilima, yang bila ditolak akan berpengaruh terhadap dirusaknya lapak yang bersangkutan.

Sering terjadi perkelahian antar preman karena memperebutkan wilayah garapan yang beberapa di antaranya menyebabkan jatuhnya korban jiwa.

ada yang lebih gila lagi :

Preman di Indonesia makin lama makin sukar diberantas karena ekonomi yang semakin memburuk dan kolusi antar preman dan petugas keamanan setempat dengan mekanisme berbagi setoran.

petugas keamanan atau aparat keamanan berkoalisi dengan preman ini adalah hal yang paling menyebalkan. sebab saya sendiri sering clash dengan para preman, padahal iam a police for a god sake! (lain sombong) tapi saya gak habis pikir kalau saya clash dgn preman "kukutan" polisi berarti sama saja saya clash dengan pokis lagi dong?? tapi kalau saya sudah terpaksa berhadapan dengan mereka (jika saya sedang sendiri) saya lebih banyak adu bacot karena kejadian ini berlangsung di kandang mereka dan bukannya saya pengecut karena memanggil teman2 saya yang se-profesi juga tapi karena saya berusaha mencari aman, setelah itu ya gimana nanti, mau pake kekerasan juga no problem karena saya nggak sendiri. hanya dilema itu masih terus ada disaat saya sebagai aparat harus berhadapan dengan mereka yang tidak pernah mengenal hak asasi dan selalu menindas masyarakat. namun itu semua balik lagi ke pemerintah, jika kehidupan sosial masih terus seperti ini mungkin para preman ini bakalan terus eksis dan bertahan, tapi jika kehidupan sosial terus makin merosot, kemiskinan dimana-mana, kebodohan merajalela maka siap-siap "profesi preman" menjadi semakin ngetop dan bahkan anak kecil pun mulai ingin bercita-cita menjadi preman, jadi kalau preman mulai banyak dan bertebaran siapa yang harus di salahkan? mana ada negara beradab yang diisi oleh preman dan pemimpin bermental preman.


20 Juli 2009

parade anthem para long distance relationship

ini bukan curhat, tapi saya berupaya untuk mengubah survey menjadi sebuah tulisan. lagi-lagi imajinasi saya mulai meracau kepada hal-hal yang sudah menjadi sampah. sesaat setelah nonton film kambing jantan si raditya dika ada satu hal yang saya teringat terus di pikiran ini, membekas dan terasa tapi ini bukan luka, hal itu adalah kisah tentang cerita yang bakal dihadapi disaat kita mengalami long distance relationship a.k.a hubungan jarak jauh. kisah sampah ini (maaf untuk yang sedang mengalaminya) mirip seperti sebuah lagu melankolis yang sedang ngetrend nya di acara-acara musik sampah di televisi kita, mirip sebuah sinetron (gak berkualitas) dan lebih banyak fail ending, berbanding terbalik dengan film holly(bolly)wood yang rata-ratanya happy ending. beradasarkan pengalaman teman-teman saya dan saya sendiri juga (menegaskan) hubungan jarak jauh rentan terhadap segala cobaan, rentan terhadap segala godaan dan rentan terhadap kebangkrutan finansial. tiga hal yang selalu menjadi hantu menakutkan bagi mereka yang sudah terlanjur "cinta mati" dengan pasangan jarak jauhnya. sedangkan "cinta mati" itu adalah racun yang paling menyebalkan bagi seseorang, dia adalah seseorang yang merasa hatinya sudah terkena racun "syndrom dunia hanya ada dia seorang" atau "syndrom tidak laku lagi" padahal sudah jelas-jelas kita memakan habis kecewa dan dusta. maka disaat berharap, resiko hati kita itu adalah semu dan buntu yang secara tidak disadari malah menjadi sosok seorang pesimis. pagar pembatas antara harapan dan pesimistis itu sangatlah tipis dan pernyataan-pernyataan berharap optimis bisa akhirnya menjadi berujung pesimis karena kecewa. jika kamu percaya dengan yang merencanakan segalanya maka percayalah bahwa terkadang rencana yang maha kuasa adalah merupakan rahasiaNya dan kita tidak berhak tau, kita tidak berhak takabur...kita hanya berhak belajar, belajar dari kesalahan sebelumnya dan terus berjalan. jika jarak menjadi halangan maka gunakanlah jarak itu sebagai jalan menuju kesuksesan dengan berbagai cara. jika jarak itu menjadi musuh maka cintailah jarak itu dengan setulus hati. saya atau mungkin kalian harus banyak belajar pada pepatah buta bahwa terkadang rasa sayang membuat jarak menjadi nothing, tapi bisakah disaat kita kecewa karena hal itu membuat sakit hati kita menjadi nothing?

imajinasi memilih golput

imajinasi, kali ini sulit untuk dimiliki.
dia mirip "seorang mantan kekasih yang sangat menyebalkan" untuk kali ini.
karena sekarang butuh imajinasi, maka imajinasi berubah menjadi ruang sempit yang berisi ribuan kekosongan. "kosong" dalam konsep tuhannya para atheis.
atau mungkin imajinasi itu tidak perlu diperdebatkan seperti dalam konsep tuhannya para agnotis. tapi dia terkadang seperti "seseorang yang sedang kita kejar" untuk kali ini, disaat aku butuh dia maka dia menjauh, disaat acuh maka dia mendekat. namun ketika saat yang tepat itu tiba, aku mendapatkan kekurangan dan itu adalah racun.
imajinasi berubah menjadi racun, melemahkan syaraf mental dan melawan dogma.
imajinasi berubah menjadi teman, dia adalah balahan jiwa disaat ruang hati kesepian.
disaat dia menghilang dan jalan ini menjadi sebuah persimpangan, maka saya merubah jati diri saya. hilanglah keaslian ini dan orang-orang mulai memberi saya label "plagiat"
ohh plagiat, jadi inget temen yang mukanya mirip temen saya juga..mungkin orang tua mereka kehilangan imajinasi dan mencuri tampang orang lain, what the hell?
cuma pertanyaannya : bagaimana roh imajinasi ini bisa datang dan terus meracuni pikiran saya dengan ide-ide brilliant agar saya bisa menulis terus seperti bertrand russell, yang katanya dia selalu menulis 3000 kata setiap hari. atau berikan sedikit aku imajinasi nya franz kafka dan nietszche...terlalu jauh, yang ada hanya kata-kata membosankan dari seorang tizar aziz. sungguh sulitnya menjadi diri sendiri, sungguh sulitnya mendatangkan ribuan imajinasi walaupun sudah menyediakan berbagai sesajen dari mana-mana tetap saja imajinasi itu hanya sebuah pilihan yang belum tentu hasilnya bagus, jadi untuk hari ini imajinasi itu adalah kertas suara yang dicontreng dan di masukan kedalam kotak lalu dihitung siapa yang memperoleh surat terbanyak, dan hasilnya lebih banyak yang golput.

25 Juni 2009

Laporan Amnesty International

"Amnesty International menyatakan bahwa Polisi Republik Indonesia (Polri) masih sering terlibat kekerasan dan penyiksaan para tersangka.
Laporan Amnesty International yang disiarkan, Rabu (24/6), juga menyebutkan bahwa para pelakunya jarang diadili.
Kelompok pegiat hak asasi manusia yang berkantor di London ini, seperti dikutip kantor berita Reuters, mengakui berbagai upaya dalam satu dasawarsa ini telah dilakukan untuk membuat polisi lebih profesional dan akuntabel. Namun, langkah ini dikatakannya gagal menghilangkan masalah yang sudah banyak dilakukan."
LONDON (SuaraMedia News)

*siapapun juga tidak mentolerir yang namanya kekerasan, namun jika kita berbicara tentang kekerasan setiap negara pasti pernah melakukan kekerasan, mereka lupa apa yang telah terjadi di hiroshima dan nagasaki, mereka lupa apa yang terjadi di vietnam 40 tahun silam serta ingatan yang masih segar tentang korban-korban sipil di irak. jadi siapakah negara yang lebih barbar? Amnesty International bersembunyi dibalik omong kosong wacana Hak Asasi Manusia , laporan yang lebih banyak pada negara-negara kelas dua terutama negara-negara korban kapitalis. jadi Laporan Amnesty International masih belum otentik, absurd!

07 Juni 2009

rasa takut yang ada di dalam diri kita sendiri

apa yang engkau pikirkan jika dirimu berada dalam suatu lingkungan yang sunyi gelap dan jauh dari keramaian?
pengalaman ini yang saya rasakan ketika saya sedang dalam perjalanan pulang dari rumah seseorang yang kebetulan bertempat tinggal di daerah pedesaan yang jauh dari keramaian. saat waktu menunjukan pukul 9 malam dan saya hendak bergegas pulang, maka satu hal yang terlintas di kepala saya adalah jalan dan mental. tidak ada satu pun pikiran negatif yang merasuki diri saya hingga timbul suatu rasa takut, namun itu semua berubah drastis disaat saya bersama sang motor berada di tengah-tengah sawah nan gelap ditambah kuburan di pinggir saya, strange! padahal saya sering lewat sini namun tidak sengeri hari ini. the night is full moon, and this night is frightening. ditambah lagi nada-nada jonny greenwood di headphones saya yang terasa sangat horror hingga menusuk telinga saya dan efeknya saya hari ini menjadi seorang pengecut. lalu mengucur berbagai sugesti yang tidak perlu di dalam pikiran saya : bagaimana tidak, saya harus mengarungi jalanan ini selama 2 kilometer. rasa takut yang terus mengikuti-ku akhirnya tertawa girang disaat 2 kilometer terakhir telah kulalui namun ternyata jalan di depan masih sunyi dan bahkan lebih sunyi dan gelap...serta sepi dan jauh dari peradaban. ditempat ini manusia seakan-akan di lenyapkan dari muka bumi, seakan-akan saya berjalan menuju negeri antah berantah atau suatu tempat yang tak bertuan, di depan hanya jalan tanpa aspal dan berbatu tajam, tanpa peduli gas itu saya tarik sangat kencang dan ya! dia berhasil, dia berhasil mengacaukan pikiran saya, you got it jonny! congratuliation...rasa takut itu ternyata hanya sebuah fantasi yang tercipta karena keadaan. lagu-lagu itu membuat suasana menjadi lebih mencekam. ditambah backgorund pohon pinus yang rindang dan sedikit perasaan negatif yang meracuni kepala tentang makhluk-makhluk buruk rupa dari alam metafisika. setelah itu semua terlalui, setelah akhirnya saya menemukan peradaban ternyata saya dapatkan sebuah kesimpulan.
rasa takut ini hanya tercipta akibat perasaan kita sendiri. dan mungkin sangat manusiawi jika kita memiliki rasa takut, akan tetapi bukankah rasa takut itu emosi layaknya tangisan pada rasa kecewa...disaat rasa kecewa itu ada dan kita hanyut di dalamnya maka hanyutlah perasaan kita sepenuhnya pada rasa kecewa itu, namun jika kita bisa meminimalisir maka secara bertahap akan hilang seiring berjalannya waktu....rasa takut hanya bisa dilawan dengan melawan rasa takut itu sendiri. mengabaikan rasa takut, mengacuhkan rasa takut lalu mengalihkan perasaan dan pikiran kita dengan doa.
--------------------------
--------------------------

* untuk seseorang yang baru pindah kamar, carilah teman di kekosongan malam

05 Juni 2009

goodbye satan!

ada yang bilang menyesal.....anjiss, bahkan untuk mengingatnya pun saya harus melewati tujuh tingkat jenis rasa benci dan rasa (benci) ini adalah hukum causa prima, aku tidak pernah menciptakannya, karena aku selalu menghindarinya. sehingga tema dari tulisan ini bukanlah penyesalan, tapi bagaimana agar setan dia (yang menjelma menjadi rasa benci) ... itu hilang.

dan sekali lagi, ini bukan pula karena saya pesimis, malah rasa pesimis itu ada ketika wajah itu adalah sobekan kertas masa lalu yang kamu rangkai lagi satu persatu, saya hanya bilang "f*ck You!" or "go to hell" dan sumpah serapah yang lebih sopan untuk menjilat wajah kamu yang berlumur omong kosong dan kamu selalu bersembunyi di ketiak atas nama kebijaksanaan atau malah wajah setan bermuka dua itu tanpa rasa malu malah bersembunyi di balik nama tuhan. sekarang bawa ucapan mu itu untuk kamu sendiri dan muntahkan di depan muka anjing betina peliharaan mu itu
-case close-

02 Juni 2009

disaat dunia mulai bersekutu untuk menentang

di dunia ini permainannya dimainkan dengan dadu yang terkadang dicurangi, seseorang harus mempunyai sistem pertahanan yang besi, disaat nama menjadi taruhan dari sebuah tulisan, pada saat itu pula orang-orang sekeliling melihat dengan matanya yang terkadang hanya sebelah. mulai membuat koalisi, dan disaat itu pula saya bisa menjadi seorang publik enemy dan bahkan orang-orang yang terdekat dahulu lah yang menilai. ada yang sependapat dan memberikan support ada yang kontra lalu sudah tentu menambah daftar musuh. namun disinilah kita melihat yang sesungguhnya, dimana harga diri sebuah pena dipertaruhkan. ada yang tetap pada jalur pendiriannya ada yang meninggalkan pena-nya. saya memilih bertahan pada pena saya, walaupun saya mungkin sudah tersudutkan, tapi mereka tahu apa? pendirian saya juga ada batasnya, saya tahu dmana harus berhenti, saya tidak perlu diajari bagaimana harus bertindak. mereka tidak pernah tahu sakitnya pena itu saat di injak-injak, mereka para penyudut hanya bisa menghakimi saya dengan telunjuk mereka ke hadapan muka saya sendiri. dan dengan sedikit pengharapan : andaikan saja ada seseorang yang tetap bertahan diposisi saya memberikan amunisi support

01 Juni 2009

bermain-main dengan setan yang sedang mengais robekan luka lama dari dalam tong sampah

betul gak sih kalau sifat setan dan malaikat itu ada di setiap jiwa manusia?
kalau kita itu adalah sifat baik dan buruk?
jika kita menemukan cinta pasti disana ada kebencian?
mungkin begitu pula dengan saya (yang nota bene seorang manusia yang tinggal di planet bernama bumi)
setelah beberapa menit mengais-ngais roh nietzsche untuk bertanya pada zarathustra serta sedikit konsultasi pada tiga angka enam-nya addy gembel untuk memulai serapah berbarengan dengan "setan yang sudah merasa manjadi yang paling benar" yang tiba-tiba datang menghampiri saya hari ini.
mencintai itu butuh pengorbanan (yang tidak buta) begitu juga membenci pasti membutuhkan sebab, benci (yang saya anggap ini adalah sifatnya setan) mungkin tidak akan berdiri sendiri, seperti hubungan sebab dan akibat, dan menurut pikiran (setan) saya benci yang baik adalah benci yang tidak di korupsi, yang tidak perlu ada statement yang dibuat-buat.
hari ini ketika sehari merasakan rasukan setan yang masuk sedikit-sedikit lewat denyut nadi saya dan menggumpal di pikiran saya juga tidak mengalir dengan sendirinya, ada energi negatif yang datang dari lembaran lama. yang sudah bosan saya baca, karena merasakannya sudah beku. disaat orang-orang bilang "mungkin bukan jodoh" lalu hati kecil saya berbicara "mungkin sudah terlalu basi" untuk dibicarakan, ini bukan masalah "jodoh" dan bukan juga masalah "ikhlas" itu semua (sekali lagi) sudah basi. ini adalah masalah setan yang datang dari dia, yang berubah ujud menjadi suatu jiwa berbentuk kebencian. tepat hari ini setan itu datang mengoyak-ngoyak rutinitas saya. membawa sejuta kebencian yang datang dari semua yang sudah dia lakukan...padahal kebencian ini memang sudah tertulis di lembaran kertas luka lama yang telah saya sobek-sobek dan dibuang ke dalam tong sampah, satu wacana yang menjadi prasasti di kertas itu :
sesaat setelah penolakan itu (yang nota bene sebelumnya dia yang meminta) mau tidak mau saya hanya di berikan dua opsi pilihan dari diri saya sendiri :
-opsi yang pertama : saya tetap berdamai dengan dia dan otomatis saya bermusuhan dengan diri saya sendiri dan meludahi itikad baik saya sendiri. karena jika berdamai dengannya berarti sama saja saya mendukung dengan segala dusta, fitnah dan rencana busuk dia.
-opsi yang kedua : saya harus membenci dia jika saya menghargai itikad baik saya, dan saya menolak segala konspirasi dari setiap dusta dan fitnah yang dia ciptakan. setiap orang punya hak untuk memilih dan saya punya hak untuk membenci karena telah dianiaya dan didzolimi.
-jadi lebih baik saya memilih berdamai dengan kebencian...itikad baik itu adalah sebagai harga mati dari harga diri saya yang telah dia ludahi.
sebenarnya saya tidak terlalu mempedulikan semua itu, sebab hanya diri saya sendiri dan balasan yang setimpal (yang mungkin entah kapan) yang terus mengejar-ngejar dia karena sebab.
saya tidak pernah terpikirkan untuk mendendam, karena dendam hanya ada didalam kepala para penganiaya dan pendzolim, kalaupun dendam itu harus ada, maka dendam itu adalah dusta dan fitnah yang dia ciptakan, yang akhirnya menjadi sekumpulan darah yang menjiwa. jiwa yang memiliki doa terburuk, yang terus mengejar dia kemana pun dan dimana pun dia ditempatkan.
sekarang saya hanya menatap sisa-sisa dendam yang sudah terbakar habis bersama kebencian saya dan bahkan abunya saya sobek-sobek lalu dibuang ke tong sampah. jadi hanya iblis yang bersekongkol dengan setan yang bisa membukanya. sedangkan dendam menjiwa yang dia buat sendiri..itu bukan urusan saya, karena saya yakin jika dendam yang menjiwa itu berubah ujud lagi menjadi seonggok karma maka hati kecil saya hanya diam seribu bahasa.
setelah itu saya akhiri semua ini. cukup bersyukur dengan menghirup udara baru dan memaknai nyawa baru saya sekarang adalah yang terbaik.

26 Mei 2009

surat perintah anj*ng!

selalu saja ada yang menanyakan masalah klise yang sudah terlalu basi untuk di minta. selalu saja hal itu di tanyakan pada saya berulang kali hingga mulut ini berbusa dan saya sudah lelah mendengarnya. ingat dulu? orang-orang sangat benci untuk dicantumkan namanya, apalagi jika harus dihadapkan pada weekend. uang bisa menyulap orang-orang, mengubah wataknya dan terkadang mereka merasa di bebani. persetan dengan mereka jika ber-orientasi pada uang,..jelas-jelas mereka sudah punya hak itu tiap awal bulan. hati nurani itu saya buang ke sampah jika yang saya hadapi adalah para penghamba uang.

*maaf judulnya terlalu kasar, sebab hati ini sudah lelah harus bicara baik-baik tentang hal ini

26


masih teringat jelas disaat perubahan itu harus meminta korban -sebuah pemancungan bersejarah yang sangat sakral- atau kebangkitan kaum proletaar di saints petersburg dan pembantaian di jakarta 1998. jika suatu masa terjerembab ke dalam sejarah kelam, di saat kebenaran di bungkam dan para intelektualitas di culik tanpa rimba dan membuat menumen simbol jeruji tiran. maka suatu saat suara-suara itu ibarat bomwaktu yang berteriak berubah menjadi tumpah darah yang meminta korban yang terus berjalan tanpa mata melindas yang menghalangi.

slottet 2



sebuah gambaran tentang kebisuan dan kecenderungan akan sebuah nalar yang dilihat dari sudut perspektif lain hal itu lah yang seakan-akan barisan nada ini disulap menjadi keindahan tanpa kata-kata


18 Mei 2009

beda


mengapa heidegger harus melibatkan diri

ke dalam lingkaran nazi?
apa mungkin pandangan menjadi perbedaan
sedangkan wacana itu masih kabur
dimana perbedaan antara pandangan politik dengan pola pemikiran
layaknya sains dan politik
tidak mungkin ada titik temu


*benarkah?

nonstop reading until we find the edge



keingintahuan
ibarat sebuah benda yang mencari ujung di dalam garis sejajar
yang bergerak sangat cepat
di atas bola

sehingga


jangan kau bertanya di mana harus berhenti

17 Mei 2009

::blank::



::blank::


::blank::

::blank::


"only silence can remember me -
and think about this words"

baphomet
pagan forum
agent provocateur
rudolf hess


thinking hope for aleister crowley
is a theosophist jiddu krishnamurti


what do you see in your death bro...
are you still a hedonist??

12 Mei 2009

unpredictable

einstein saja pernah tidak naik kelas dan pula apa yang ada di dalam benak alva edison ketika harus ribuan kali membuat cahaya dari dalam kaca bundar
dan juga ketika saat saya membaca sejarah yang mengundang tawa dan gelitik bagaimana seorang seniman gembel bisa merubah total taktik pertempuran hingga sekarang sisa-sisa tekhnologinya masih digunakan hingga mengubah dunia

dunia ini ternyata relatif ya

.silahkan memprediksi.

04 Mei 2009

sabtu 14 maret 2009



REJECTION IN ONE THING
BUT
ONE THING IS THE BEGINNING

03 Mei 2009

rabu 11 maret 2009



ini adalah kegalauan klise
yang bisa mengalahkan sejuta rasa kantuk dan lapar
disaat mp3 player serta kursi bus mendominasi

teriakan Jón Þór Birgisson melantunkan "Með suð í eyrum" di kuping
membuat warna semakin cerah hari ini

dan saya datang disambut tangisan
dari manusia bertanduk yang memegang dua pilihan
diantara candu dan dusta

pulang pun disambut awan mendung dan hujan lebat
tidak ada hari yang lebih galau....
bahkan kisahku ini lebih galau dari lirik mu robert smiths

jakarta 11 maret 2009

tempat kerja adalah panggung sandiwara



tidak ada rutinitas yang paling menyita energi dan emosi

selain dari berdiam diri di depan komputer terlihat seperti seorang pekerja sejati
akan tetapi mata teracuni imajinasi maya yang semakin hari semakin kronis*
namun diatas penyakit kronis ini terdapat emosi jiwa yang lebih emosi

dia adalah makhluk bodoh yang memperebutkan kekuasaan dan harta
the head is only money and money

go to hell with money in your head, morron!!!

revenge



TAK ADA ATURAN, TAK ADA HUKUM
kau tunjukkan jalannya
dan menyingkirlah dariku

[logan]

27 April 2009

disaat motor kecepatan 60 km/jam





but I cant help the feeling

i could blow through the ceiling
if i just turn and run..and it wears me out

if i could be who you wanted
if i could be who you wanted

all the time.....

[radiohead - fake plastic trees]

26 April 2009

ketika kebencian menemukan maknanya sendiri

setiap sebelum saya menutup kedua mata saya dengan pikiran terjaga, selalu ada scene yang terbayang dari masa-masa yang telah saya jalani di hari-hari lalu. hingga kepala saya hampir mau pecah disaat momen itu teringat kembali, dengan ribuan sumpah serapah yang paling saya benci untuk diteriakan, sehingga saya hanya bisa mengutuk diri saya sendiri. itulah momen yang paling saya benci sehingga mau tidak mau saya harus menempatkan dia di nomor satu sebagai manusia yang paling saya kutuk! ribuan pertanyaan saya tumpahkan kepada diri saya sendiri, namun saya pun tidak bisa apa-apa, walaupun jutaan orang berkhotbah tentang kata ikhlas namun hati itu terlanjur di diagnosa rasa benci.
sesaat setelah penolakan itu (yang nota bene sebelumnya dia yang meminta) mau tidak mau saya hanya di berikan dua opsi pilihan dari diri saya sendiri :
-opsi yang pertama : saya tetap berdamai dengan dia dan otomatis saya bermusuhan dengan diri saya sendiri dan meludahi itikad baik saya sendiri. karena jika berdamai dengannya berarti sama saja saya mendukung dengan segala dusta, fitnah dan rencana busuk dia.
-opsi yang kedua : saya harus membenci dia jika saya menghargai itikad baik saya, dan saya harus melawan segala konspirasi dari setiap dusta yang dia ciptakan. setiap orang punya hak untuk memilih dan saya punya hak untuk membenci karena telah di dzolimi.
-jadi lebih baik saya memilih berdamai dengan kebencian...itikad baik itu adalah sebagai harga mati dari harga diri saya yang telah dia ludahi, dan itu adalah alasan pasti tanpa amandemen.

entah mengapa Tuhan menciptakan rasa cinta pada tiap manusia, begitu juga dengan rasa benci, tapi ini adalah tanggung jawab moral yang secara tidak langsung saya merasa terbebani dengan hal ini. seakan - akan iblis yaang memegang kendali dia berusaha berlari mengejar saya untuk tetap diam tanpa melawan atau melawan dengan diam. dari tempat kesunyian yang membuat pikiran ini tetap terjaga dari segala mara bahaya dan ditemani kebencian yang terus menggerogoti waktu tanpa harus merasakannya saya terus menunggu hari pembalasan itu . jika jawaban itu adalah terlanjur, dia terlanjur mengambil jalan dan saya terlanjur membenci maka makna itu akan datang dengan sendirinya. bisa saja saya menciptakan rasa sesal untuk dia atau siksa yang paling pedih sekalipun untuk dia atau menciptakan hidup yang paling getir untuk dia, tapi saya lebih bangga dan bahagia jika dia tersiksa dengan amat sangat akibat dari kebodohan yang dia lakukan sendiri.

18 April 2009

ini pesan untuk kamu : orang yang sudah merasa bangga dengan pengorbanan

waktu bulan maret kemarin ada seseorang yg share dengan saya tentang pengorbanan, sebelumnya memang saya sempat bertanya. namun satu hal yang masih terus menerus meneriaki saya di dalam hati adalah apa setiap orang diwajibkan mengorbankan suatu hal yang dianggap penting dalam hidupnya? pertanyaannya : jika memang hal itu masih bisa dipertahankan dan saya berusaha untuk mempertahankannya apakah bisa itu disebut pengorbanan? -ini pengorbanan yang dilihat dari sisi saya- mungkin sugesti saya berkata bahwa pengorbanan di sisi lain atau di mata orang yang saya tanya adalah pada intinya saya harus melepaskannya maka itu adalah pengorbanan saya di mata dia, sungguh apa saya bodoh atau dungu hingga saya tidak bisa menyanggahnya karena itu adalah salah satu statement paling buta dan dangkal yg pernah saya baca, suatu pertanyaan saya : "apakah layak suatu pengorbanan di bicarakan?" mungkin jika dia bangga dengan pengorbanan dia dan mencatat semua pengorbanan dia.....maka itu adalah bullshit! jika kita dituntut untuk berkorban dan terus mengingatnya maka satu niat busuk yang ada di kepala, yaitu meminta timbal balik. apakah realistis jika suatu pengorbanan harus kita ingat terus?? mungkin entah berapa ribu pengorbanan yang sudah diperbuat oleh tiap orang tapi hanya beberapa orang yg berbuat tanpa pamrih, seorang ibu memberikan pengorbanan kepada anaknya, lalu..apakah seorang ibu tersebut membicarakan pengrobanannya kepada anaknya pada suatu saat nanti? saya yakin jika seorang ibu tersebut bijaksana, maka biarkan anaknya yang sadar..sehingga timbullah rasa sadar dari seorang anak itu sendiri dan otomatis tanggung jawab moral yg murni akan datang dari hati nurani sang anak kepada ibunya dan saya secara pribadi ketika saya berniat ikhlas utk berkorban maka niat kedua adalah tanpa pamrih biarkan orang lain yang mengingat dan merasakannya. kamu boleh berbicara dan bangga dengan pengorbanan kamu jika kamu telah berkorban demi negara atau agama kamu lalu kamu dan orang-orang bisa bangga ketika namamu tercatat di batu nisan kuburan...

09 April 2009

hilang

dulu saya pernah berpikir begini, jika saya memiliki hal yang berharga maka pertama yang harus dipikirkan adalah apakah saya siap untuk kehilangan barang berharga ini jika memang harus hilang? bukannya saya malas berusaha mencari lagi atau berusaha mati-matian untuk mendapatkan lagi, tapi bagaimana cara agar saya bisa berusaha untuk menerima walaupun saya tau itu sangatlah berat. sesuatu hal yang kita miliki saat ini adalah layaknya serpihan atau recehan uang yang terpisah dan kehidupan kita adalah jika uang recehan atau serpihan itu bersatu, sehingga wajar jika ada salah satu uang receh atau salah satu serpihan yang jatuh atau hilang. ibarat kehilangan uang seribu dari uang sejuta yang ada didalam saku kita, mungkin uang seribu itu akan kita dapatkan lagi di waktu yang lain dan bahkan mungkin bisa saja menjadi lebih yang kita dapatkan, misalkan hilang seribu lalu besok dapet lima ribu. terlalu berlebihan, tapi bisa saja itu terjadi, kita gak akan pernah tau kedepannya seperti apa, yang pasti saya tidak hidup lagi di masa lalu untuk saat ini dan seterusnya. konyolnya, saya baru sadar sekarang!

29 Maret 2009

jika keadaan berbalik

tadi pagi sewaktu saya hendak menuju kantor, sepintas dijalan saya melihat seorang yg tidak asing yg sering saya lihat di jalan, beliau adalah bapak-bapak yang sedang berjalan sambil mendorong barang dagangannya, bapak itu adalah seorang penjual bajigur, namun seketika itu juga saya berpikir, pasti bapak itu punya keluarga dan pasti bapak itu punya tuntutan untuk menafkahi keluarga itu, pertanyaan saya adalah apakah cukup bapak itu menafkahi keluarganya dari hasil penjualan bajigur yang saya tau keuntungannya tidak seberapa? tapi saya lihat bapak itu tetap survive dan bisa berjualan jika begitu berarti beliau mampu. oh Tuhan sungguh maha adil. namun ada satu hal yg tiba-tiba terpintas di dalam pikiran saya, jika kehidupan saya berbalik, jika Tuhan membalikan keadaan saya sekarang, apakah saya siap? jika saya menjadi penjual bajigur, apakah saya mampu untuk survive? ini mungkin bisa berlaku pada siapapun juga. membayangkan kehidupan kita sendiri ketika keadaan berbalik, sekarang bekerja siapa tahu besok tempat kerja kita dibubarkan, sekarang kita hidup di jaman demokrasi, siapa tau besok negara kita terjadi revolusi lalu kita hidup di masa tirani, sekarang senang lalu besok kita kena musibah dan begitu seterusnya. sehingga hal itu membuat saya sadar bahwa saya tidak akan pernah tahu apa yang akan terjadi di depan saya nanti...

26 Maret 2009

membakar box imajinasi

membakar box yang menjadi masa lalu
membakar box yang berisi foto-foto
membakar box yang berisi baju - baju nista lambang dosa
membakar box yang berisi jaket hitam berlabelkan institusi
membakar box yang berisi stiker serta pin
membakar box yang berisi catatan - catatan waktu
membakar box berlabel "casio"
membakar box yang berisi jiwa yang mengalir dominan darah ayahnya
membakar box berlabel "dusta"
membakar box di depan rumah
membakar box di akhir maret ini
membakar box imajinasi yang menghilangkan waktu - waktu berharga saya
dan membawa abunya beserta emosi saya ke tempat hampa, lalu kunyalakan api yang lebih terang dan membara, kumasukan abu itu bersama emosi saya, dan lenyaplah semua bersama bayangannya!

25 Maret 2009

obrolan hikayat bigot

Hendra : anjis, maneh gnti2 ngaran wae, padahal moal aya nu neangan
saya : hahaha, bae atuh ah, keur rarungsing yeuh urang, aing kapikiran wae c ex
Hendra : kunaon kitu? sussah buang air besar ya?
Hendra : oh, mantan
Saya : ajigh teh jadian jeung baturan kantorna tah c kabogoh anyarna oge aya FB na di urang
Hendra : alus atuh, pan bisa nyaho
Saya : ahhh lieur ngabandungan na
Hendra : lewih ganteng atawa heunteu?
Hendra : ah, bebaskeun we
Hendra : da loba..
Hendra : inget apa akta rentenir..gak punya cewe cantik gpp
Hendra : toh masih bisa bergaul dengan prostitusi
Hendra : hahahaha
Saya : secara logika sih eukeuh yg ganteng, tapi secara fiksi kabogoh anyar na nu ganteng...hahaha!
Hendra : jiaaah, jadi hayang utah
Hendra : bagus berarti ex maneh rasional
Saya : ajigh..P.A bangedhs!!
Saya : rasional dimana horeng,,mantan aing mah tukang mengarang fiksi
Hendra : oooh
Saya : urang eleh di eta
Saya : jika dibandingkan dengan cowo barunya dia
Hendra : ah, maneh mah muka tembok berlin hati rempeyek pecel
Hendra : santai we
Hendra : bebaskeun
Hendra : kadang perasaan teh menipu
Hendra : karena eksplorasi berlebih, jadi weh jero
Hendra : coba ulah dieksplor
Hendra : bebaskeun weh
Hendra : ke ge rehe
Saya : huuh kamu betul juga
Saya : tembok berlin mah geus punah
Hendra : maneh geus pernah nonton hitler rise off the evil can? alus siah, aing resep
Saya : geus atuh,,ah eta mah biasa wae..masih alus DOWNFALL
Hendra : tah downfall nu kumaha
Saya : kamu belum nonton reinaldo?
Hendra : tentang naon?
Hendra : sejarah na saha?
Saya : yaitu dia film ttg hari terakhir si jenius hail hitler..
Saya : itu film dramatis sangadh!!
Saya : kamu bakalan kagum dengan efek visualnya
Saya : pokonyamah HOT MOM lewat!
Hendra : hahaha, boleh2
Hendra : aya link unduhan na teu?
Saya : rekomendasi yang kedua : stalingrad
Saya : wah beda euy ai ngobrol jeung kaskuser mah
Saya : paling juga aku sering donlotnya lewat piratebay.org
Hendra : aing mah... euweuh duit meuli mah
Hendra : lokalan weh, ngameh gancang, ke lah ku urang di teangan hahaha
Saya : pake donlot torrent atuh, ngan ngdonlot na 2 abad
Hendra : lila ah, geus pernah make ares, tapi lilaaaaa
Saya : nya eta tea

lorong waktu

secara logika lorong waktu tidak akan pernah ada, tetapi secara ikhtiar lorong waktu itu ada dan akan menghampiri diri kita sendiri namun pada waktu yang terus berjalan, lalu waktu lah yang memberikan pelajaran pada diri kita sendiri walaupun harus di awali dengan rasa sakit dan penyesalan, nah itu lah kesempatan kita, dimana kita bisa menilai diri kita sendiri, dimana kita bisa merasakan kepedihan, sebab dari rasa pedih lah kita bisa belajar untuk menjadi tangguh. kehilangan satu kesempatan bukan berarti kita kehilangan kesempatan yang lainnya, kadang kesempatan itu datang di saat kita tidak pernah sadar bahwa kesempatan itu adalah anugerah yang paling baik yang pernah kita miliki..lets move on!!

03 Maret 2009

orang-orang sudah mulai menyebalkan

beginilah akhirnya jika semuanya dikerjakan terpaksa
sehingga di mata saya hanya ada kebencian
semua teori dan ilmu yang saya miliki menjadi sia-sia
yang ada hanya cerita tentang kebencian
rasa muak yang berkembang
sebagai pelampiasan nafsu
dan pelampiasan nafsu adalah amarah

ketika perintah itu datang dan saya mengeluarkan inisiatif terlebih dahulu lalu ketika pada saatnya inisiatif saya akan menjadi sampah, dan orang lain hanya bisa menyalahkan saya, dan dia hanya membacot. lalu mulai lah berdatangan orang-orang yang merasa dirinya pintar tapi tidak tahu apa-apa mulai menghakimi, kamu tau apa anjing!

01 Maret 2009

hari ini

hanya sedikit rasa lelah telah melewati hari ini, setelah melewati the long highway bandung garut di temani cuaca cerah. tidak ada yang istimewa di hari ini, hanya sedikit "keberuntungan" dan "kepedulian" dari teman-teman dan seseorang yang kusayangi mengingatkan saya dengan ucapan "selamat milad dan semoga panjang umur" (mereka juga mengingatkanku bahwa aku telah tua dan hampir renta) juga dengan sedikit kejutan "casio" oh, itu terlalu berlebihan (but swear God, i like it!) akhirnya aku punya teman setelah teman lamaku (Q&Q) telah tidur koma entah sampai kapan. namun akhir cerita menyedihkan: speedy di block (telat bayar) dan ketika hendak menuju warnet ban belakang motor kempes. untuk ukuran kota Garut jam segini sangatlah mustahil ada tukang tambal ban buka. but thanks God im still alive until today. masih ada beberapa hal yang harus kucari tau lagi, dunia ini terlalu penuh dengan ilmu namun saya tidak pernah menyadarinya, hanya saya mencoba untuk mencarinya. mata kunang-kunang dan ku kembali pulang.

1 maret 2009

26 Februari 2009

race : out

melangkah terlalu jauh sama buruknya dengan belum apa-apa tetapi moral sudah jatuh.
(kong hu cu)

secara tidak sadar ternyata dibalik semua itu ada yang menyimpan kebencian, yang saya sesalkan mengapa saya tidak menyadarinya, akan tetapi akar permasalahan itu pasti ada karena sesuatu yang saya pun tidak mengetahuinya, sehingga secara tidak sadar pula saya masuk ke dalam lingkaran skenario sia-sia yang telah diciptakan dari ego dan emosi. intelektualitas harga diri dan iedealisme harus dikesampingkan (padahal saya masih banyak belajar jadi belum cocok disebut intelek). percuma dengan kecerdasan intelek jika kecerdasan emosionalnya degredasi. dan oke saya harus berhenti menyerang dan saya pun tak mungkin bertahan, tujuan saya sekarang adalah keluar dari skenario yang tercipta akibat emosi itu sendiri dengan mengkahiri segalanya. jika cara terburuk untuk mengakhiri segalanya, persaingan tidak sehat yang melibatkan emosi dan konflik terselubung adalah perlahan-lahan (walaupun menyakitkan) dan resikonya : hilang keyakinan diri, akan tetapi tanpa sadar bisa menghindarkan persaingan tidak sehat dan konflik terselubung lainnya. itu lebih baik daripada kepahitan dan permusuhan semakin menjadi-jadi yang hal itu menjadi benar-benar membuang buang waktu dan sangatlah menggelikan. sebelum melakukan hal apapun, saya harus memperhitungkannya dengan tepat, strategi jalan keluar dari skenario ini dan mengetahui secara pasti bagaimana persisnya saat itu akan berakhir, dan bagaimana konsekuensinya bagi saya sendiri. jikalau jawaban dari pertanyaan itu kabur dan penuh statement ketidak-sukaan yang menjurus ke permusuhan maka itu adalah kegagalan dan menurut saya (bukan menurut dia!) itu adalah berbahaya!, jadi kemungkinan besar saya hanya berjudi dengan keadaan sehingga bisa-bisa menuntun emosi saya kedalam situasi yang mungkin lebih chaos.
sebelum hal itu terjadi, saya sudah mencoba untuk menahan diri dengan mengesampingkan harga diri dan idealisme yang mungkin lebih menjurus ego masing-masing. dan jika saya berada di dalam posisi yang salah, hanya ada dua solusi yang rasional : entah mengakhiri konflik terselubung ini sesegara mungkin dengan pukulan kuat dan keras yang dibidikkan untuk menang, menerima resiko dan mengetahui bahwa hal itu lebih baik daripada harus mengalah kepada seonggok statement bercampur emosi atau menghapuskan resiko saya dan mundur tanpa ditunda lagi. saya tidak pernah membiarkan harga diri atau keprihatinan akan reputasi saya semakin menjerumuskan saya; karena keduanya hanya akan membuat penderitaan yang lebih besar apabila saya keras kepala dan terus menyudutkannya. bersabar dan menerima dengan fair atau menurut saya lebih cocok disebut kekalahan jangka pendek dan itu lebih baik daripada merasakan bencana jangka panjang (permusuhan atau dibenci). hikmatnya adalah kapan hendaknya saya harus berhenti dan keluar dari moment ini dengan damai tanpa ada sisa kebencian sedikit pun di hati.

24 Februari 2009

terjebak moment sisifus

akal bisa hilang dikala seorang manusia mengalami emosi, tapi bagaimana jika emosi itu disisipkan dalam seseorang yang memiliki sebuah "kepintaran"? yang pasti itu menyedot energi dan...sia-sia. mungkin dia bermaksud untuk memberikan sebuah penjelasan yang menurutnya buta padahal ungkapan yang dia keluarkan sudah diluar batas kewajaran dan di mata saya dia hanya mensponsori hasrat dan ego versi dia yang cenderung naik turun layaknya statistik. jika menghadapi orang yang mengalami "depresi sosial" seakan membuat jantung berdegup dengan keras ketika moment yang pada awalnya cerah tiba-tiba berubah menjadi badai, padahal saya tidak pernah menebar angin, atau konsepsi naik darah membuat denyut nadi dia berubah menjadi sosok temperamental yang selama ini dia simpan. dan akhirnya moment itu terus dia simpan, karakter dia terlihat yang aslinya dan dia terjebak dalam permainan yang dia buat sendiri. hal yang konyol jika saya harus ikut terjebak di dalam permainan yang dia ciptakan. niat awal dengan kebaikan yang saya lakukan agar bisa membuang rasa angkuh yang dimiliki tiap manusia mungkin sia-sia jikalau kebenaran itu dia tebarkan dengan kebencian seperti teori nazi, mengapa bukan dengan cara yang baik-baik? mengapa harus dengan penyeragaman hasrat dan membuat kita semua akhirnya terjebak dalam situasi yang membangkitkan kebencian, inilah sebuah kebencian, harus terjebak dalam moment yang sia-sia, bertahan dan menyerang bertahan dan menyerang, begitu dan begitu terus lalu akhirnya menjadi hal yang sia-sia. mau berteman dengan sabar tetapi mengkhianati harga diri atau berteman dengan harga diri dan memegang permusuhan? yang pasti saya harus keluar dari lingkaran sia-sia ini. mungkin entah apa yang akan keluar dari pemikiran sisi gelapnya dia nanti. kita bersama-sama menggunakan perasaan lalu silahkan nilai kebenaran....

20 Februari 2009

obsesi : membantai ayam pak sholeh

musim menjelang pemilu membuat aktifitas menjadi tidak menentu, walaupun sedang santai akan tetapi mood tetap terasa tidak tenang seakan seperti ada keterikatan batin dengan keadaan dan itulah yang membuat perasaan naik turun gak jelas. tepat waktu menunjukan pukul 9 malam saya pulang dan asrama dalam keadaan gulita disertai rasa lelah yang amat sangat sehingga yang ada di dalam pikiran ku adalah tidur. sesudah cuci muka lalu solat dan akhirnya tidur.
sesaat kemudian terdengar suara ayam berkokok, saking lelahnya badan sehingga membuat pikiran menjadi kacau, tanpa melihat jam akhirnya saya bergegas menuju kamar mandi dan solat subuh. ayam pak sholeh masih berkokok dengan nada suaranya yang parau seperti ayam yang habis disembeleh, layaknya paduan suara semua ayam pak sholeh kompak berkokok. namun kepala masih pusing tidak karuan suhu udara dingin amat sangat (saya seperti mandi di kutub selatan) dan badan lemas luar biasa. karena setiap sebelum berangkat ke kantor saya selalu browsing maka ku nyalakan komputer saat itu. saya melihat waktu di komputer waktu menunjukan pukul setengah dua belas malam, karena saya tidak terlalu yakin mungkin time di komputer ini belum di update (karena sebelumnya baru diinstal ulang) akhirnya saya mengabaikan hal itu. namun setelah mematikan komputer dan bersiap-siap berangkat baru aku sadar, waktu di HP menunjukan pukul 12 lewat, dan diluar masih tetap gelap gulita dan suara ayam pak sholeh masih tetap berkokok.

12 Februari 2009

dunia lain ketika menonton film mongol

jam menunjukan pukul 16.15 wib, sembari membuka bungkusan cd dna kusetel film : mongol.
di awal alur film ini masih lurus-lurus saja dan kebetulan sebelumnya saya habis makan obat, sehingga efek sampingnya terasa sekarang...aku setengah sadar

mata tertutup dan kulihat ombak setinggi 200 meter menghantam diriku, lalu ku terbangun dan melihat kepala manusia di sembelih oleh belati hingga kepalanya terpisah dan terpental jauh.
beberapa menit kemudian mata tertutup lagi, kulihat orang-orang saling memaki lalu baku hantam hingga darah bercucuran dimana-mana, saking kagetnya aku terbangun dan kulihat seseorang mengacungkan pistol tepat diantara kedua belah mataku.
beberapa menit kemudian mata tertutup lagi, kulihat seseorang di eksekusi mati, hukum gantung dan aku adalah sang algojo, saking kagetnya aku terbangun lagi dan melihat seseorang menaiki kuda membawa dua samurai menebas badan sang penunggang kuda yang lain..tidak lama kemudian aku tertidur lagi (dan lagi-lagi) kulihat orang-orang berteriak saling memaki dan aku terbangun oleh suara adzan maghrib.
tapi tetap saja masih ada hal yang masih terus terpikirkan hingga detik ini yang tetap menyita emosi dan menggerogoti energi terus menurus tanpa henti.
[aku lebih sering sendiri akhir-akhir ini]

01 Februari 2009

if i found out

I dont know what to do with myself
Made it eventually
And now I resting on the very last breath

And all I needed was this one to get me back on my way
It wasn't long before I realised there was no time to waste
There was soul all around me
Everybody let go
It wasnt long before we realised
There was no time to waste

Like Im eleven again
I was the highest kid in the world
I reached a point with no end
Just looking out so I can take it all in
[athlete - if i found out]


lagu ini menginspirasikan saya pada saat waktu sekarang ini menjadi sempit diisi hari dengan hujan, setiap saat seperti ini, kadang senang kadang kesal, terkadang merasa hidup ini terlalu baku untuk dimaknai sehingga lelah berpikir dan akhirnya tenggelam dalam kesia-siaan, orang-orang mulai dari yang kita sayangi hingga yang kita benci selalu ada dan menghilang, itu semua adalah warna dalam kehidupan, saya adalah aktor dalam film skenario Tuhan yang kadang saya lupa untuk mensyukuri "posisi" ini, namun yang juga tidak pernah saya sadari adalah posisi saya sekarang..jika kepala ini terlalu lelah karena menatap langit sehingga apa yang saya dapatkan tidak akan pernah ada ujungnya, skenario tersulit adalah menjalani apa yang harus dijalani senormal mungkin, dan percaya dengan apa yang sudah terjadi sehingga bisa menerima kenyataan apa adanya.

28 Januari 2009

menyimak dark night (batman)

ini bukan sebuah review movie hanya ketika saya menonton film ini yang diawali dengan pikiran sinis, karena yang tersirat adalah : kebosanan!
but as the matter of fact, saya cukup terkesima atas sisi kebenaran yang terdapat dalam film ini, dan saya jadi teringat dengan tulisan saya yang sebelumnya tentang membaca karakter yang juga ada dalam jalan cerita ini. sisi manusia memang tidak bisa ditebak bagaimana mungkin seorang pengacara yang menjadi pahlawan di gotham city dengan memenjarakan seluruh mafia akhirnya bisa menjadi sosok penjahat oleh ulah sang penjahat sesungguhnya yaitu joker sang musuh abadi batman. akan tetapi si joker ini membukakan "kebenaran" dari kekacauan yang sesungguhnya lebih memegang nilai-nilai arti loyalitas terhadap kekacauan yang sesungguhnya dari tujuan dirinya sendiri. begitu juga batman sang superhero yang bersembunyi di balik topeng demi membela sebuah kebenaran yang tentunya untuk menjaga loyalitas dirinya terhadap kebenaran dengan bersih. disini mata saya terlihat terhadap kebenaran dan kejahatan yang nyata. batman memperjuangkan kebenaran tanpa pamrih dan jasa oleh sebab itu bruce wayne bersembunyi di balik topengnya sedangkan joker sang pengacau adalah sosok penjahat sejati tanpa pamrih yang tujuannya membuat kekacauan sebanyak-banyaknya. tapi satu hal yang saya salut dari si joker ini, yaitu dia berhasil membuat si pahlawan pengacara gotham menjadi penjahat dan satu lagi saat dia membakar uang hasil pembagiannya dengan raja mafia gotham dan dia berkata : "saya tidak butuh uang tapi saya punya satu tujuan yaitu mengacaukan kota gotham city". jadi sang penjahat sejati dan sang kebenaran sejati hanya satu tujuannya yaitu tercapainya tujuannya itu bukan karena hal yang lain yaitu uang.
salut untuk film the dark night.

21 Januari 2009

air susu dibalas air tuba

sekitar satu bulan yang lalu saya sempat bertemu dengan kawan lama yang kebetulan kita bertemu di suatu tempat. disana saya melihat dia sebagai seorang kawan lama yang (mungkin) sudah berubah, ya entah sifat dan karakternya serta kehidupannya, akan tetapi saya tetap positif thinking terhadap dia karena saya percaya dia sebagai seorang kawan lama. pada obrolan awal, kita membicarakan tentang keadaan kita masing-masing, kehidupan kita masing-masing hingga ke masalah yang paling detail jadi secara tidak sengaja kita curhat dan otomatis kita jadi membicarakan kehidupan yang pribadi, saya berpikir positif jadi akhirnya saya larut dalam cerita tersebut dan saya ceritakan semua kehidupan saya dari masalah dunia percintaan hingga masalah kerjaan. karena (saya tekankan) saya positif thinking ke dia jadi dalam pembicaraan pun saya sangat memperhatikan alur pembicaraan takutnya ada salah kata yang akhirnya malah menyinggung perasaannya, jadi saya menghargai perasaan dia dibanding perasaan saya sendiri, kenapa? sebab yang saya rasakan setelah sesi curhat berakhir dia berbicara tentang suatu masalah yang ada kaitannya dengan kerjaan saya (biasa masalah dijalan). mungkin saya masih bisa terima itu sebagai kritikan (klise! walaupun tidak ada kaitannya dengan saya) namun pembicaraan itu semakin menyudut padahal menurut saya dia pun salah, aneh! karena saya merasa ini adalah merundingkan suatu masalah secara bersama bukan sesi untuk menyudutkan seseorang, akan tetapi pada saat saya mengkritik dia (ini pun dengan sangat hati-hati) sepertinya dia kurang menerima,, malah saya semakin disudutkan, lalu setelah itu dia seperti tidak antusias ketika saya tawarkan minuman. akhirnya saya memberanikan untuk minta maaf ke dia (walaupun dia yang memulai "masalah" itu dan dia tidak meminta maaf kapadaku sepatah kata pun) lalu setelah itu suasana kembali menjadi segar. beberapa menit sebelum kita hendak pulang saya berkata kepadanya agar merahasiakan pembicaraan yang menyangkut masalah pribadi tersebut.

tiga minggu sudah berlalu saat saya pulang ke cimahi, lalu sesampainya di rumah, saya di sambut dengan gossip tak sedap, yaitu gossip bahwa saya kencan dengan kawan lama tersebut. layaknya disambar gledek di siang hari! "gila macam apa hari ini?" ketus saya di dalam hati. gossip yang konon keluar dari sesepuhnya si kawan lama itu. dan yang konyolnya gossipnya itu saya ngejar-ngejar dia, ngejar=berlari karena sesuatu yang dituju atau ngejar=niat untuk suka ke dia, ngejar setan kali! fitnah macam apa? oh ternyata pertemuan kita kemaren ada yang ngebongkar (masalahnya klu gak terbongkar gak akan mungkin dia angkat bicara, harus ada pihak ketiga yang jadi mata-mata, dan lagian gk penting harus ada pihak ketiga) waduh sial, jangan-jangan semua rahasia saya terbongkar! selidik punya seilidik ternyata si kawan lama inilah yang membongkarkannya (ya klu bukan dia lagi siapa? karena di sana kita berdua, kecuali klu dia peke penyadap) plus menggossipkannya. entah harus diperpanjang berapa batas kesabaran ini mendengar gossip itu. sudah mah waktu pas ketemu saya diserang abis-abisan, saya mengalah saja walaupun pembicaraan ini sudah tidak nyaman lagi, tetapi saya masih tetap menghargai perasaan dia, terus setelah beberapa minggunya saya di serang lagi dengan gossipnya dia. saya tau dia udah punya cowo (dengan ceritanya yang "wah") jadi feeling saya ke dia itu sangat mustahil dan tidak terpikirkan sedetik pun (jadi najis ngebayangnya). bener-bener apes saya, entah apa masalah dia, sungguh tidak bisa menjaga amanat sedikit pun, padahal saya masih bisa menjaga amanat dia hingga sekarang, hanya kesabaran itu habis ketika orang tua saya ikut cerita juga, beban itu jadi terbagi dan sedikit menyita energi. saya jadi berpikir : sebetulnya lebih sulit mana sih antara mempertahankan satu teman dengan menciptakan seorang musuh?

19 Januari 2009

di persimpangan antara mimpi dan nyata

sudah 3 malam terakhir ini sebelum tidur tepatnya sebelum mata tertutup dan rasa kantuk semakin memaksimum, saya selalu mengalami hal yang sangat aneh, entah mungkin saya berhalusinasi atau bermimpi yang pasti pada saat itu saya masih setengah sadar dengan mata masih terbuka. sesaat sesudah mematikan lampu asrama untuk tidur saya langsung merebahkan badan dan menonton televisi yang memang sudah menjadi tradisi tertidur dengan televisi menyala. setelah itu perasaan saya hingga seperti jatuh tepat di tengah lapangan seperti memasuki dunia alam lain dengan gelap gulita tanpa cahaya matahari dan sendiri tanpa ada satu pun makhluk hidup yg kutemui. akhirnya perasaan yang selama ini ku tutup dalam-dalam keluar, saya merasa ketakutan di asrama saya sendiri!!! saya merasa menjadi manusia paling sendiri di sini, gunung-gunung itu terbang hancur, lautan manjadi ombak yang sangat menakutkan dan langit seakan runtuh, persis seperti kiamat!!! setelah itu saya baru tersadar dan bangun, mungkin karena lupa membaca doa, itu di hari pertama. di hari kedua saya mengalami seperti itu kembali dan di hari ketiga saya berusaha untuk berdoa padahal rasa kantuk masih lama dan ini hanya untuk berjaga-jaga saja takutnya saya ketiduran tiba-tiba, akan tetapi kejadian itu terulang kembali. dan setelah itu saya tidak bisa tidur, akhirnya malam itu saya begadang menonton acara televisi dengan keadaan ditengah sadar dan tidak sadar dengan memperhatikan siaran televisi tentang tragedi perang di jalur gaza. waktu menunjukan jam setengah lima, setelah itu saya solat subuh lalu saya merebahkan badan kembali, dan akhirnya saya otomatis tertidur selama 5 jam. sewaktu bangun badan terasa berat dan panas, mata merah dan sayup lalu kepala berat serta tenggorokan sakit! oh Tuhan, ternyata saya sakit hari ini, terimakasih akhirnya saya bisa menghindari kejenuhan dan mengistirahatkan diri sembari ditemani dunia baru yaitu persimpangan diantara mimpi dan nyata.

pengetahuan dan cinta

"Kehidupan yang baik adalah kehidupan yang diilhami oleh cinta dan dibimbing oleh pengetahuan"
[bertrand russell]

Pengetahuan dan cinta adalah dua hal yang bisa diperluas hingga menjadi tak terhingga; jadi, bagaimanapun baiknya kehidupan, masih ada kehidupan yang lebih baik yang bisa dibayangkan. Tak ada cinta tanpa pengetahuan, dan tak ada pengetahuan tanpa cinta, yang bisa menciptakan kehidupan yang baik.

"what i believe"

16 Januari 2009

membaca karakter

suatu saat pernah saya merasakan amarah yang datang secara tiba-tiba karena sesuatu hal, lalu beberapa saat kemudian amarah itu lepas dan saya merasa lega setelah itu saya langsung berpikir mungkin itu sifat manusiawi seseorang, emosi atau apapun yang sekiranya tindakan itu akan merugikan orang lain termasuk mencuri atau membunuh. akan tetapi jika saya teliti lebih dalam lagi emosi itu ternyata hanya sifat kecil yang tidak terlalu menonjol, dia mengendap di dalam hati lalu keluar secara tiba-tiba karena sesuatu hal, itu mungkin analisis saya yang sederhana, ya entahlah analisis menurut mereka yang lebih tau. hanya satu deskripsi saya ketika melihat teman yang di mata saya dia itu adalah seseorang yang sangat baik atau mungkin diri saya sendiri melakukan sesuatu hal yang diluar batas kemanusiaan maka saya berpikir bahwa setiap orang mempunyai kemungkinan untuk melakukan hal yang buruk tersebut, bahkan mungkin orang yang lugu sekalipun sebenarnya dia mempunyai jiwa pembunuh hanya jiwa itu seperti satu titik karakter yang tertutup oleh milyaran titik karakter yang dominan dan mengendap dalam satu pikiran itu, hanya titik karakter tersebut akan keluar menurut apa yang kita "makan" dalam pikiran kita lalu kita mencernanya ke dalam otak maka dipancinglah karakter tersebut untuk keluar memilih dari sekian milyar karakter yang lebih dominan. jadi sejahat dan sebaik apapun orang itu pasti dia mempunya satu titik karakter yang lain sebaliknya dari karakter dominan itu. maka kita disana berusaha menggunakan logika disertai cara berpikir kita dan akal adalah satu hal yang membedakan kita dari binatang. maka dari itu galilah sifat dan karaktermu sendiri lalu pelajari, sebaik apapun dirimu dan diri kita karakter buruk itu akan selalu ada. jadi pada intinya manusia itu tidak sempurna

15 Januari 2009

sepenggal cerita jaman pendidikan (bag.1)


dulu sekitar tahun 2004-an tepatnya di suatu tempat pendidikan yang berlokasi di cisarua lembang, saya di didik untuk menjadi sekarang ini. ada sedikit kenangan dari kompi A yang hingga kini saya (dan mungkin untuk semua teman-teman seangkatan di kompi A) ingat terus dan tidak pernah terlupakan. cerita itu dimulai ketika barak kami melaksanakan pengajian bersama karena kami mengadakan syukuran dalam rangka ada teman sekompi berulang tahun, dan kebetulan saat itu saya adalah piket barak bersama 2 rekan saya yang bernama rohmat dan eris. kita disibukkan untuk mempersiapkan segalanya mulai dari kebersihan di dalam barak hingga mempersiapkan untuk snack untuk anak-anak. dan snack yang mungkin menurut saya itu adalah snack teraneh karena di dalamnya memuat makan-makanan yang mengandung lada mulai dari gorengan combro yang isinya sangat pedas hingga pempek super lada.

waktu sudah mulai malam hari dan kami pun solat berjamaah di barak setelah itu pengajian bersama pun dimulai dan setalah itu (seperti biasa) yang ditunggu-tunggu anak-anak..makan-makan, kita menyiapkan makanan emang agak overdosis, ada sekitar 7 dus yang isi tiap dusnya tuh sekitar 20 bungkus berarti totalnya ada 140 bungkus snack! sedangkan jumlah kita hanya 90 orang, saya hanya berpikir takut tidak habis. akan tetapi cerita ltu lain, tuh temen-temen seangkatan entah kesetanan gk nemuin pempek atau entah apalah snack ternyata ludes bablas abis!! yang tersisa hanya dus.

setelah itu diluar barak hujan mulai turun hingga hujan mulai membesar. jadi kita semua tidak melaksanakan apel malam di lapangan hitam, apel malam itu dilaksanakan di barak. jadi saya dan dua rekan saya selaku piket barak panik bukan main. akhirnya kita melaksanakan total korve* semalam itu hingga pukul 9 malam. semua disisir dari halaman depan hingga WC, di belakang. "jangan sampai ada kotoran sedikit pun, karena jika ada celakalah kita semua!" pikirku saat itu. hingga saatnya tiba sang instruktur datang memeriksa barak dan melaksanakan apel barak. perasaan saat itu sudah tidak enak, karena ada salah satu rekan kami yang ketiduran sehingga dia kena sanksi, dan satu lagi! sang instruktur memberi tahu bahwa di WC ada "snack", dan saya sebagai piket barak beserta dua rekan saya menghadap ke sang instruktur itu. saya menjawab : " maaf pak, itu mungkin snack tadi bekas anak-anak". tapi sang instruktur menyuruh saya memasuki ruangan WC yang paling ujung. disana kita berempat berkumpul, lalu si instruktur (yang saya lupa namanya, maaf pak!) menunjuk ke arah (maaf) liang buang hajat lalu berkata : "itu snacknya!". anjisss!!! sial mengapa tadi aku tidak melihatnya, perasaan tadi udah di seblok sama saya! berbagai hujatan berkecamuk dalam hati, apalagi setelah sang instruktur menyruh mengambil "snack" tersebut dari liang buang hajat tersebut. kita bertiga saling menunjuk tak ada yang mau memulai untuk mengambilnya, lagian setan mana yang mau ngambil "snack" iblis itu! setan tuh manusia yang buang "snack" tapi gak disebor. akhirnya setelah beberapa menit, sang pahlawan itu ada, dia adalah si rohmat, orang sumedang yang melakukan inisiatif pertama mengambilnya. "snack" bedebah itu ada di tangan dia. dan sang instruktur menyuruh membagi tiga "snack" tersebut ke tangan kita masing-masing. setelah itu kita berhadapan dengan seluruh rekan sekompi. dihadapan mereka saya berdiri bersama 2 rekan saya dengan tangan berlumur "snack" iblis itu. "anjing tuh orang yang buang hajat gak disebor!" keluh saya dalam hati. karena rekan saya tidak ada yang mengaku siapa yang buang hajat itu, maka sang instruktur menginstruksikan agar "snack" itu dibagi-bagi kan ke wajah teman-teman saya. dengan senyum miris saya akhirnya instruksi itu saya lakukan, mereka teman-teman saya hanya diam sembari mengkerutkan dahi dan menahan bau "snack" iblis itu karena jika bau itu terasa dan mereka muntah maka sanksi-nya akan lebih berat. semua sudha kebagian "snack" dan akhirnya apel malam selesai. penderitaan selesai tingga cuci tangan dengan sabun, semua merek sabun aku pakai hingga kulumuri tangan ini dengan tanah dan minyak tanah serta bensin. yah aku masih mending daripada teman sebarak saya, mereka membersihkan muka-nya habis-habisan. semalam itu kami semua mengutuk habis-habisan manusia yang buang hajat seenaknya itu. tapi setelah keluar ternyata ada yang lebih parah, yang parah itu adalah unit c, konon katanya "snack" yang tidak diseblok itu berceceran alias (maaf) mencret seperti sereal. entah bagaimana mereka membawanya dan membagi-bagikannya.

*dedikasi untuk teman-teman seangkatan unit A yang sekarang tersebar di Jawa Barat dan di seluruh penjuru Indonesia.

membuka kalender lama di four calendar cafe

suatu hari di jalanan di daerah dipati ukur ada sebuah toko cd bekas terdengar suara musik latar yang terpancar dari speaker - speaker kecil yang tersebar di sudut ruangan yang lumayan cukup luas tersebut. saya sedikit agak mengenal lagu ini terutama dari liriknya ini :

"He loves you more than this
The stars let you know all's right and bright and
He loves you more than this
Ego lets him know that's how much more was gained"
(cocteau twins - appled orange)

dengan sedikit senyum dalam hati lalu aku pun berniat untuk mendatangi toko tersebut, si penjaga toko tersenyum melihat saya ketika memasukinya dan saya menanyakan cd lagu tersebut, saya berdecak kagum ketika dia menyodorkan 2 cd cocteau twins yang memang terbilang rada "rare" tersebut, yang satu album four calendar cafe dan loves easy tears. tanpa banyak basa basi akhirnya ku beli album four calendar cafe itu. tuh album cd keluar sekitar tahun 92-an tapi telinga saya baru pertama kali mendengar sekitar tahun 2002-an gila 10 tahun yang akan datang baru didenger! banyak sekali alasan yang memaksa saya untuk membeli album tersebut, pertama lagu-lagu didalemnya banyak membuat inspirasi saya dalam berimajinasi yang kedua lagu-lagunya merupakan kenangan indah di jaman sma, dimana saya lebih banyak mengeksplor dengan imajinasi saya sendiri dan disana pula saya mulai mengenal musik-musik genre seperti ini, lalu dengan sendirinya saya suka lagu-lagu morrissey, the cure, lightning seeds, the sundays dan se-genre-nya, jadi album ini merupakan personal memory yang auranya seperti membawa saya ke alam masa lalu, sesuai dengan apa kata hati ini, masa-masa terindah adalah masa sma..disana saya banyak belajar tentang segalanya lalu membentuk saya dan hasilnya terasa hingga saat ini. memory itu takkan pernah mati di makan waktu.
"My dreams zoom with us
My tears have run away
Our goal, goal collapsed
Energy of lonesome goal"
(cocteau twins - summerhead)


12 Januari 2009

mendominasi hasrat sang pemenang

adalah manusia yang tersingkirkan disaat orang-orang sibuk memperlihatkan kemenangannya. lalu melupakan segala hal. dibunuh kesunyian. menjadi korban di saat sang pemenang mengaplikasikan kesombongan seperti "manusia unggul" dalam kitab mein kampf. mendistorsi persaudaraan menjadi perang dingin seperti nasib liberal dan komunis pasca perang dunia ke 2. men-delete seribu jasa dan men-save 1 kesalahan menjadi alasan mulut terbungkam dan tidak termaafkan. tersenyum di depan wajah dan amarah di balik hati. membekukan seribu alasan agar tetap bertahan pada status quo dan membiarkan orang mati tersesat bersamamu. padahal dulu kita sama-sama berjuang, tapi zaman merubah karakter kita masing-masing. sekarang aku mati kutu disarang nerakamu. kebodohanku adalah jalan untuk menciptakan lubang buat kuburanku sendiri. aku mungkin kalah dan sangat layak disebut pecundang atau sampah, tapi aku masih menghargai dirimu wahai sang pemenang sebagai guru. penghargaan yang mungkin hanya pantas dicemoohkan oleh sang sekutu. dan dirimu sang pemenang : engkau adalah tiran di dalam imajinasiku

11 Januari 2009

titik kejenuhan yang datang pada saat kesibukan berada di titik maksimum

entah berapa lama kepala ini berpikir dalam pusaran waktu yang menghabisi setiap detik elemen pembangun karakter yang bercokol pada usaha bertahan hidup. dan entah seberapa besar rasa yang menonjol dalam membangun keinginan untuk bertahan hidup dalam pusaran lingkaran seragam, memaksimalkan diri dalam hantaman tugas yang memukul telak. disuapi janji manis yang bukan merupakan suatu tujuan. menyemangati awal dengan pembelajaran diri lalu akhirnya terbiasa, sudah bertahun-tahun melewati masa-masa matahari terbit. bercokol diatas para pemberi petunjuk dan mengatur segala yang harus diatur. dan jika hidup ini berputar seperti roda maka adakalanya hidup jatuh kebawah, menantang arus demi membuang sebuah kejenuhan, manghutangi diri dengan berbagai janji untuk bekal nanti. saat dibawah terdapat lidah yang basah, aku hanya berusaha mengeringkan lidah agar tidak terlalu basah untuk dijilat. keraguan diri lebih besar daripada percaya diri. menciptakan skenario menghilangkan jejak adalah bentuk perlawanan terhadap kesuntukan. jadi untuk sekarang ini bukan kerja tapi isi kepala yang dipenuhi sugesti. ambisi mati. tidak ada keterbukaan diri. satu tempat yang terbiasa dan akhirnya serasa seperti neraka. teralienasi. berkeluh dengan diri sendiri. karena diri terlanjur berlabel miring. dan entahlah dengan yang lain. yang pasti hari ini adalah kejenuhan yang memaksimum. dan kejenuhan ini menari-nari diatas kesibukan. mendoktrinasi karakter. padahal bukan karakter ini yang kuinginkan. hanya kesempatan itu belum terlihat untuk membayar hutang dan kembali menumbuhkan karakter yang telah lama hilang.